Anggota Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Polresta Lombok Tengah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi di Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Polisi menyebut pemicu peristiwa itu hingga kini masih didalami.
Pantauan detikBali di lokasi kejadian, tampak puluhan personel dari tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda NTB dan Polres Lombok Tengah tengah mengambil gambar dan mendengar keterangan korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat police line (garis polisi) sudah terbentang di beberapa bagian. Sisi lain, terpantau juga sejumlah pejabat meninjau lokasi kejadian. Seperti, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati HM Nursiah dan lainnya.
"Iya ini tim gabungan dari Polda dan Polres kemudian rencana kami minta backup dari Bali," kata Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Hariyanto, kepada detikBali saat meninjau lokasi kejadian, Minggu (23/6/2026).
Hariyanto belum bisa bicara banyak ihwal penyebab kebakaran tersebut. "Sampai sekarang belum. Nanti nunggu dari hasil ini ya," tegasnya.
Hariyanto menjelaskan, dari tadi malam hingga hari ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 100 personel dari gabung TNI-Polri dan Pemerintah Daerah. Mereka akan disiagakan untuk mengevakuasi dan melakukan pengamanan area.
"Untuk semuanya kurang lebih ada satu kompi 100 orang, dari TNI-Polri, pemerintah daerah. Termasuk pengaman area," tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan bagi seluruh warga terdampak kebakaran di Kampung Desa Adat Sade. Pemkab menilai bahwa kejadian tersebut adalah musibah yang harus menjadi atensi bersama.
"Hari ini kita sudah diskusi dengan Pak Dandim, Kapolres, Pak Wabup dan seluruh dinas terkait tentang masalah ini," kata Pathul.
Dia menegaskan kini masih fokus pada penanganan warga terdampak. Mulai dari membuat tenda darurat dan logistik di depan Kantor Desa Rembitan dan memberikan pendamping trauma healing dari Dinas Kesehatan.
"Dinas Pendidikan juga data jumlah siswa yang terdampak. Semuanya ambil bagian," imbuh Fathul.
Pihaknya juga mulai melakukan identifikasi korban. Terlebih saat ini mereka mulai mengungsi ke rumah-rumah keluarganya sehingga penting untuk diantisipasi penyakit menular seperti muntah berak (muntaber).
"Karena masyarakat sudah bergeser ke rumah-rumah penduduk maka ini menjadi perhatian juga. Karena ini terkait dengan kesehatan, pelajaran dari tahun yang lalu itu, kesehatan yang paling utama karena sering terjadi muntaber dan lain sebagainya," bebernya.
Pathul menegaskan pemicu musibah itu sedang diidentifikasi oleh pihak berwajib. "Ini sedang diidentifikasi oleh pihak Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah. Kita fokus penanganan dulu ya," tegasnya.