Restoran yang menyajikan olahan ikan belum sebanyak restoran yang menawarkan menu berbahan dasar ayam. Namun, salah satu restoran di Tabanan mencoba menghadirkan beragam menu berbahan dasar ikan, khususnya tuna, yakni Restoran BeTuNa yang berlokasi di Jalan Batukaru, Denbantas, Tabanan.
Restoran yang telah hadir sejak Januari 2025 tersebut mengusung konsep spesialis olahan ikan tuna. Beragam bagian tuna diolah menjadi berbagai menu, mulai dari iga, rahang, buntut, steak, sup, hingga bakso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BeTuNa ini restorannya itu spesialis ikan tuna, jadi berbagai macam olahan tuna ada di sini. Ada iga, ada rahang, ada buntut, terus ada steak-nya juga, ada sup tunanya, ada bakso juga," ujar Manager BeTuNa, Yumi Fadila, Minggu (23/8/2026).
Yumi mengatakan pemilik restoran yang berasal dari Desa Tuakilang, Tabanan, awalnya ingin lebih memopulerkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat desanya. Sebab, olahan ikan dinilai belum terlalu populer dibandingkan olahan ayam.
Restoran spesialis ikan tuna, BeTuNa, di Jalan Batukaru, Denbantas, Tabanan, Minggu (23/8/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali) |
Ia menyebut pembukaan BeTuNa sempat diwarnai keraguan. Selain karena ikan yang belum sepopuler ayam, lokasi restoran tersebut berada di kawasan yang cukup jauh dari pusat keramaian.
"Kita pas buka di sini agak 50-50 nih, agak rasa pesimistis gitu. Apa iya di kampung, ada yang mau mencari kami? Apalagi kami jualnya ikan. Tapi ternyata prediksi kami salah. Awal buka hanya punya staf tujuh orang aja, setelah grand opening membeludak, sekarang kami sampai memiliki staf 35 orang," katanya.
Antusiasme pengunjung juga datang dari berbagai daerah, seperti Denpasar, Sanur, hingga Nusa Dua. Bahkan,Yumi menyebut ada pengunjung dari Singaraja yang datang khusus untuk menikmati olahan tuna d iBeTuNa.
Tingginya antusiasme tersebut kemudian mendorong BeTuNa untuk membuka cabang di Denpasar. Saat ini, BeTuNa juga hadir di kawasan Pelabuhan Benoa dengan dua gerai, yakni Sirip Kuning dan Sirip Biru.
"Kadang bahkan dar iSingaraja juga ada ke sini. Terus dari Denpasar, walaupun kami sudah buka di Denpasar, tapi antusias orang masih ke sini," imbuhnya.
Untuk menu, olahan rahang tuna menjadi salah satu yang paling banyak diminati dan sedang tren. Menurut Yumi, menu rahang tuna bakar menjadi menu dengan penjualan tertinggi di BeTuNa.
Buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 Wita,Yumi mengatakan restoran tersebut mendapat respons positif dari pengunjung, khususnya para pencinta ikan.
Salah satu pengunjung, Rania, datang bersama seorang temannya. Ia memesan steak tuna bakar karena penasaran dengan cita rasa tuna yang diolah menjadi steak. Ini merupakan pengalaman pertamanya mencoba menu tersebut setelah mendapat rekomendasi dari temannya yang sebelumnya telah berkunjung ke BeTuNa.
"Steaknya enak, enak banget. Bumbunya meresap sampai ke daging. Sudah gitu ada sambal dan sayur, terus bumbu Balinya juga enak, gurih dan bergizi banget. Ada ikan dan sayur tapi tetap enak," kata Rania.
Selain rasa, ia juga menyukai tempatnya yang luas dan nyaman untuk berkumpul bersama teman maupun keluarga. Selain itu, menurutnya harga makanan di restoran tersebut cukup terjangkau.
"Tempatnya luas, enak bisa buat ngobrol sama banyak teman dan keluarga. Mungkin nanti bakal ajak keluarga ke sini, karena ternyata murah juga dan enak," pungkasnya.
