Korban tewas akibat gempa 7,7 magnitudo di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas kini mencapai 87 orang.
Selain korban tewas, aktivitas Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores) itu juga menyebabkan 150.576 warga mengungsi di tujuh kabupaten Pulau Flores. Gempa juga menyebabkan korban luka dan rumah serta fasilitas publik rusak.
"1.298 warga luka-luka, 53.996 rumah rusak termasuk fasilitas publik," tulis BNPB dalam rilisnya resmi yang diterima detikBali, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mencatat gempa susulan juga terus terjadi. Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 5.335 gempa susulan terus melanda Pulau Flores.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tyastama, mengatakan magnitudo terbesar gempa susulan sejauh ini adalah 6,2 magnitudo.
"Magnitudo di atas 5 sebanyak 32 kali dan susulan dirasakan 128 kali," terang Arif.