detikBali

Warga Rebutan Bantuan Selimut di Pos Pengungsian Nagekeo

Terpopuler Koleksi Pilihan

Warga Rebutan Bantuan Selimut di Pos Pengungsian Nagekeo


Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali

Sejumlah pengungsi di Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, NTT, saat mendapat sumbangan selimut, Jumat (21/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Foto: Sejumlah pengungsi di Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, NTT, saat mendapat sumbangan selimut, Jumat (21/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Sejumlah pengungsi di Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), rebutan selimut sumbangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (21/8/2026) malam. Mereka tampak senang saat selimut itu dibagikan.

"Baru malam ini dapat selimut sehingga kami berebutan," ujar salah satu pengungsi, Ferdinanda Dian, di pos setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan asal Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, itu menuturkan pengungsi juga mendapat tikar atau alas lantai. Dian senang dengan bantuan itu karena selama ini mereka hanya mendapatkan sembako dari relawan maupun pemerintah.

"Untuk selimut dan tikar baru malam ini kami dapat. Hitung-hitungan sudah lima hari kami mengungsi baru dapat malam ini," jelas perempuan yang mengenakan baju berkerah abu-abu itu.

ADVERTISEMENT

Pengungsi lain, Rofina Nena (31), menambahkan mereka juga mendapat sembako dari Raffi Ahmad. Ia berharap agar pemerintah terus memperhatikan dan memenuhi kebutuhan utama itu.

"Ke depan semoga tidak ada lagi gempa sehingga kami bisa pulang ke rumah masing-masing, terutama untuk pemerintah tetap memperhatikan kami," kata perempuan yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nagekeo itu.

Setali tiga uang juga diungkapkan oleh pengungsi lainnya, Yohana Anjelika Seso. Ia mengaku selama ini tidur hanya mengandalkan tikar yang didapati secara swadaya.

"Tadi kami juga sudah dapat selimut dan tikar. Kalau selama ini kami hanya pakai tikar tipis jadi sumbangan malam ini kami sangat berterima kasih," terang Yohana.

Diberitakan sebelumnya, kebutuhan dasar warga terdampak gempa yang mengungsi di Lapangan Berdikari Danga, Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum sepenuhnya terpenuhi. Pengungsi masih kekurangan air bersih, alas tidur, popok bayi hingga selimut.

Di Lapangan Berdikari Danga, terdapat tujuh pos utama yang dihuni warga dari tiga desa, yakni Tonggurambang, Marapokot, dan Nangaero, Kecamatan Aesesa. Sejumlah pengungsi mengeluhkan kebutuhan dasar yang belum merata dalam proses distribusi bantuan.

"Itu yang belum kami terima. Kami juga butuh air bersih dan susu untuk anak-anak," ujar salah seorang pengungsi asal Desa Tonggurambang, Natalia Muin (56), saat ditemui di pos pengungsian, Kamis (20/8/2026).



(hsa/hsa)









Hide Ads