detikBali

2 Rumah Terbakar di Bima, Pasutri Lansia Tewas Terjebak Api

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Rumah Terbakar di Bima, Pasutri Lansia Tewas Terjebak Api


Rafiin - detikBali

Kondisi rumah terbakar yang menyebabkan pasutri Lansia meninggal di Desa Doro Oo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB pada Sabtu (22/8/2026). (Dok. Damkarmat Kabupaten Bima)
Foto: Kondisi rumah terbakar yang menyebabkan pasutri Lansia meninggal di Desa Doro O'o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB pada Sabtu (22/8/2026). (Dok. Damkarmat Kabupaten Bima)
Bima -

Sebanyak dua rumah di Dusun Pelasma, Desa Doro O'o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbakar. Peristiwa tersebut menewaskan pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia yang terjebak di dalam rumah saat api berkobar.

"Kejadian dini hari tadi sekitar pukul 02.00 Wita," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Ruslan, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruslan mengungkapkan rumah yang terbakar yakni milik Mahmud (85) dan Sudarmo (40). Keduanya masih satu keluarga berstatus sebagai mertua dan menantu dan tinggal dalam satu pekarangan.

"Rumah panggung 12 tiang milik Mahmud terbakar rata dengan tanah. Sementara rumah batu milik Sudarmo juga hangus terbakar," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ruslan mengungkap kebakaran rumah diketahui pertama kali oleh Hanafiah (39), anak kandung Mahmud yang juga istri Sudarmo. Ia melihat percikan api muncul dari rumah panggung milik orang tuanya.

"Melihat kobaran api, Hanafiah langsung berteriak dan meminta bantuan warga. Petugas Damkar Kecamatan Langgudu yang menerima laporan warga, langsung ke lokasi," akun dia.

Meski akses sempat terhambat karena kondisi medan dan jembatan Dusun Ncera To'i yang roboh, petugas Damkar Kecamatan Langgudu tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.50 Wita.

"Tak lama setelah itu, Anggota Polsek Langgudu turun ke lokasi kebakaran melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa," jelasnya.

Dalam kebakaran itu lanjut Ruslan, Mahmud dan Istrinya bernama Aisyah (75) meninggal dunia. Berdasarkan keterangan keluarga, keduanya tak dapat menyelamatkan diri karena faktor usia dan keterbatasan fisik.

"Dua korban yang meninggal kesulitan bergerak mengingat sudah tua. Saat kebakaran terjadi mereka tidak bisa bergerak menyelamatkan diri," katanya.

Sementara kerugian material akibat kejadian itu ditaksir Rp 250 juta. Barang yang ikut terbakar antara lain 4 springbed, 2 motor, 1 mesin 5PK, 2 TV 32 inc, uang Rp 10 juta, padi 30 karung, beras 150 kg, emas 30 gram, dan perlengkapan perabotan rumah tangga lain.

"Penyebab kebakaran hingga kini masih diselidiki. Namun informasi dan dugaan sementara berasal dari korsleting arus listrik. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah," tandas Ruslan.



(nor/nor)









Hide Ads