detikBali

Dramatis Operasi Caesar di Tengah Gempa Susulan, Pasien RSUD Aeramo Pakai Helm

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dramatis Operasi Caesar di Tengah Gempa Susulan, Pasien RSUD Aeramo Pakai Helm


Yufengki Bria - detikBali

Petugas medis sedang sibuk mempersiapkan operasi caesar terhadap seorang ibu hamil di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT, Jumat (21/8/2026).
Petugas medis sedang sibuk mempersiapkan operasi caesar terhadap seorang ibu hamil di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT, Jumat (21/8/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Operasi caesar terhadap seorang ibu hamil tetap dilakukan di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ancaman gempa susulan masih membayangi. Di rumah sakit yang sama, petugas radiologi bahkan mengenakan helm untuk mengantisipasi bangunan roboh.

Tim medis RSUD Aeramo melakukan operasi caesar terhadap seorang ibu hamil pada Jumat (21/8/2026). Keluarga pasien mengaku cemas karena gempa susulan bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Kami hanya takut gempa susulan saja yang terjadi tiba-tiba begitu. Kami takut juga," ujar ibu angkat pasien, Reneldis Tai, saat ditemui di RSUD Aeramo, Jumat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan berusia 52 tahun asal Desa Mulakoli, Kecamatan Boawae, Nagekeo, itu menuturkan pasien awalnya dirawat di Puskesmas Penginanga. Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Aeramo untuk menjalani operasi caesar.

ADVERTISEMENT

"Selama ini dia bekerja sebagai karyawan dealer di Mbay, Ibu Kota Nagekeo," tutur Reneldis.

Salah satu keluarga pasien, Desi Upa (25), juga mengaku cemas karena operasi caesar dilakukan di tengah ancaman gempa susulan. Dia mengatakan iparnya menjalani operasi caesar untuk anak pertamanya.

Menurut Desi, pasien masuk ke RSUD Aeramo pada Kamis (20/8/2026). Setelah mendapat penanganan medis, pasien akhirnya menjalani operasi sekitar pukul 09.00 Wita.

"Harapannya jangan ada dahulu gempa susulan sampai proses operasinya selesai," jelas Desi.

Kepala Ruangan Perinatal NICU/NHCU, Maria Imaculata Kurniawati, mengatakan RSUD Aeramo telah melakukan operasi caesar terhadap dua pasien sejak kejadian gempa bumi. Saat ini, bayi yang dilahirkan saat gempa berjumlah enam orang.

Sebagian bayi yang dilahirkan mengalami gangguan pernapasan. "Ada dua pasien yang operasi caesar sejak hari pertama kejadian," kata Maria.

Petugas Radiologi Pakai Helm

Ancaman gempa susulan juga dirasakan petugas radiologi RSUD Aeramo. Salah satu petugas radiografer, Yohanes Brachmans Ngebu Lodo, mengaku khawatir karena ruangan radiologi masih tetap digunakan untuk melayani pasien.

Yohanes pun kerap mengenakan helm saat beraktivitas. Helm tersebut digunakan untuk melindungi kepalanya jika gempa susulan terjadi dan menyebabkan bangunan roboh.

Saat sedang menangani seorang pasien pada Kamis (20/8/2026), gempa susulan tiba-tiba terjadi. Yohanes dan pasien tersebut langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri karena panik.

"Kami pakai helm ini untuk pertolongan pertama apabila terjadi gempa susulan kalau seandainya bangunan rubuh jadi kami bisa antisipasi memang," terang Yohanes.

Radiografer lainnya, Yansen Beato Dou, mengungkapkan korban gempa yang ditanganinya berjumlah 30 orang. Puluhan korban itu rata-rata mengalami patah tulang kaki, tangan, dada, dan kepala karena tertindih bangunan.

"Kepala juga ada, akibat tertimpa material bangunan," kata Yansen.

Yansen juga mengaku cemas berada di ruangan tersebut. Sejumlah petugas medis yang ruang pelayanannya rusak telah dipindahkan ke tenda darurat. Sementara itu, peralatan radiologi masih berada di ruangannya sehingga mereka tetap memaksimalkan pelayanan.

Selain itu, mereka juga membutuhkan mobil rontgen yang dilengkapi peralatan agar bisa melayani pasien korban bencana di sejumlah lokasi pengungsian. "Kami sangat membutuhkan itu," pungkas Yansen.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads