detikBali

Pemprov NTB Bakal Gabung 2 Landfill TPA Kebon Kongok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov NTB Bakal Gabung 2 Landfill TPA Kebon Kongok


Ahmad Viqi - detikBali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menggabungkan dua lokasi penimbunan (landfill) di TPA Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Hal itu untuk memastikan pembuangan sampah di TPA Kebon Kongok bisa dilakukan hingga akhir tahun ini.

Selain menggabungkan kedua landfill, Pemprov NTB juga menargetkan pengelolaan sampah sepenuhnya beralih menggunakan teknologi pada tahun 2029. Dengan skema ini, penanganan sampah di daerah tersebut bakal beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua landfill yang akan digabung ini bisa menampung sampah sampai dua tahun. Sambil menunggu proses transisi, Insyaallah menjadi landfill terakhir," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi, saat ditemui di Mataram, Rabu (19/8/2026).

"Target kami tahun 2029 sudah tidak ada lagi pembuangan sistem landfill, semuanya harus menggunakan teknologi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Didik mengungkapkan volume sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok mencapai 400-450 ton per hari. Ratusan ton sampah tersebut berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Namun, pengangkutan sampah di Lombok Barat masih terbatas karena jumlah armada truk yang minim.

"Beda dengan Kota Mataram yang cakupannya sudah mencapai 90 persen," ujarnya.

Untuk menekan laju darurat sampah, DLHK NTB pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menerapkan pola pemilihan sampah mulai dari rumah tangga. "Kami mohon bantuan teman-teman di kota dan Lombok Barat untuk mengurangi sampah langsung dari sumbernya," tegasnya.

Terkait investasi pengolahan sampah menjadi listrik, Pemprov NTB tengah menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah investor. Selain itu, skema pendanaan dari anak perusahaan Danantara yang memfasilitasi pengolahan sampah di bawah kapasitas 1.000 ton per hari juga terus dijajaki.

"Investor yang berminat banyak. Kami juga sedang jajaki skema Danantara untuk pengolahan sampah skala di bawah 1.000 ton. Potensi ini terus kami matangkan," jelasnya.

Selain pengolahan sampah baru, Didik berujar, Pemprov NTB juga menyiapkan strategi pengerukan atau pemanenan sampah lama landfill mining sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Langkah ini dilakukan untuk mengosongkan kembali area TPA yang sudah menggunung.

"Jadi area TPA yang tadinya gunung sampah kelak bisa rata kembali. Keuntungan utamanya adalah masalah sampah selesai dan lahan TPA kita kembali pulih," pungkasnya.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads