Gedung kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng rusak parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dinding tembok di sejumlah gedung bertingkat di kampus yang berlokasi di Ruteng, Manggarai, NTT, itu roboh.
Humas Unika Santu Paulus, Selvianus Hadun menjelaskan tim teknisi kampus telah mengecek kerusakan gedung-gedung kampus tersebut. Menurutnya, terdapat 60 titik kerusakan dan setengahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa dahsyat itu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim teknisi kampus kemarin ada total 60 titik kerusakan, ada 30 titik yang tergolong rusak parah," kata Selvianus, Selasa (18/8/2026).
Rektor Unika St Paulus Ruteng Agustinus Manfred Habur mengatakan tak ada kegiatan kuliah saat gempa terjadi. Sebab, mahasiswa kampus tersebut sedang libur semester dan mulai kuliah kembali pada September mendatang.
Untuk sementara, para dosen dan tenaga kependidikan di Unika tetap masuk kerja seperti biasa. Adapun, fokus utama mereka pada persiapan dan pembentukan posko tanggap darurat bencana Unika Santu Paulus Ruteng.
"Namun demikian, bagi dosen dan tenaga kependidikan yang rumahnya mengalami kerusakan, terdampak langsung, atau masih harus melakukan penanganan terhadap keselamatan diri dan keluarganya akibat gempa, diberikan pengecualian untuk tidak masuk kerja," kata Manfred.
Simak Video "Video BNPB Update Korban Gempa NTT: 100 Tewas, 1.603 Luka"
(iws/iws)