Kapal wisata tetap diizinkan berlayar ke Taman Nasional (TN) Komodo dan sekitarnya di tengah gempa susulan yang masih terjadi di wilayah tersebut tiga hari terakhir. Larangan pelayaran kapal wisata hanya terjadi beberapa setelah gempa pertama pada Sabtu (15/8/2026) seusai peringatan tsunami dicabut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan surat persetujuan berlayar (SPB) tetap dilayani karena kekuatan gempa susulan tak sebesar gempa pertama dengan magnitudo (M) 7,7.
"Berdasarkan Informasi BMKG gempa susulan ini tidak lebih besar dari pada gempa utama sehingga pelayanan pelayaran tetap diberikan," kata Stephanus, Senin (17/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertimbangan lainnya, kata dia, gempa susulan juga tidak berpotensi tsunami. Pada gempa pertama, BMKG mengeluarkan peringatan tsunami. "(Gempa susulan) tidak berpotensi tsunami," ujar Stephanus.
Gempa susulan masih terjadi di Flores, NTT hingga hari ini, Senin. Di Labuan Bajo, warga merasakan guncangan keras saat gempa susulan terjadi sekitar pukul 08.48 Wita. Warga terlihat berhamburan keluar rumah. Beberapa gempa susulan terjadi setelahnya.
Di wilayah lain di Flores, gempa susulan terjadi saat upacara peringatan detik-detik peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI tadi pagi. Hingga pukul 12.00 Wita, total terjadi 1.624 gempa bumi susulan di Flores. Tercatat, gempa susulan terbesar mencapai M 6,2.
(hsa/hsa)