Seorang perempuan dan dua anaknya di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas tertimbun reruntuhan rumah yang rusak akibat gempa, pagi ini. Video seorang perempuan tewas di tengah reruntuhan itu viral di media sosial.
"Ibu dan dua anak meninggal," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa memilukan itu terjadi di Desa Liang Deruk, Lambaleda Timur, Manggarai Timur, NTT. Belum ada penjelasan bagaimana korban bisa terjebak di dalam rumah saat gempa terjadi.
Berdasarkan video yang beredar, korban yang belum diketahui identitasnya itu dalam posisi telentang tertimbun reruntuhan. Warga lainnya tampak berupaya mengevakuasi korban.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, pagi ini. Hingga pukul 08.45 Wita, BMKG mencatat sebanyak 44 kali gempa susulan di wilayah NTT.
Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan gempa bumi juga berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, NTT. Berton mengatakan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka di Sikka.
"Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan," ungkap Berton dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali, Sabtu.
Sementara itu, tim SAR gabungan mengevakuasi tiga orang yang terdampak gempa di Pelabuhan Lauren Say Maumere, Sikka, NTT. Personel dari Kantor SAR Maumere telah menuju lokasi yang terdampak gempa. Ketiga korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.
"Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere, Sikka, rubuh dan menimpa satu orang korban atas Meliana Nenong Perempuan berusia 54 tahun dengan kondisi meninggal dunia dan dua orang luka-luka," ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, Sabtu.
"Saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat," imbuhnya.