Dua orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pagi ini. Berdasarkan pengamatan BMKG hingga pukul 08.45 Wita, tercatat sebanyak 44 kali gempa susulan di wilayah NTT.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan gempa bumi juga berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, NTT. Berton mengatakan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka di wilayah tersebut.
"Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan," ungkap Berton dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pemutakhiran data, pusat gempa tersebut berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengungkapkan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8.41° LS dan 121.39° BT. Gempa berpusat pada jarak 30 kilometer utara Mbay, Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 km.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Arief dalam keterangannya.
"Hingga pukul 07:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 44 kejadian gempa bumi susulan (aftershock)," imbuhnya.
Arief mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia mengingatkan warga untuk memastikan informasi resmi yang dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.
Sebelumnya, warga berbondong-bondong meninggalkan rumah seusai gempa dahsyat melanda wilayah NTT pagi ini. Warga di Kabupaten Nagekeo, NTT, misalnya, mengungsi ke bukit setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Demikian pula warga Kampung Tengah, Labuan Bajo, yang berlarian menuju Jalan Soekarno-Hatta karena posisinya lebih tinggi. Sejumlah perempuan tampak menenteng tas berisi pakaian di tangan kiri dan kanannya. Warga lainnya meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor dan mobil.
"Gempa, terus ada peringatan tsunami," ujar seorang warga di Labuan Bajo, panik.
Warga pesisir juga terlihat keluar menggunakan sejumlah mobil pikap dari arah Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo. Suara klakson kendaraan meraung-raung di jalanan Labuan Bajo.
Sejumlah video yang menampilkan korban meninggal akibat gempa NTT juga beredar di media sosial. Beberapa rumah, fasilitas publik, hingga tempat peribadatan rusak akibat gempa dahsyat tersebut.
(iws/iws)