Omzet Bale Kita NTB menembus Rp 92 juta dalam 1,5 bulan sejak diresmikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Rumah produk karya tangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpusat di kawasan Islamic Center NTB, Mataram, itu terus mencatat tren penjualan positif.
Ketua Tim Penggerak PKK NTB Sinta Agathia Iqbal mengungkapkan progres penjualan produk UMKM di Bale Kita melampaui ekspektasi awal. Pada mulanya, pengelola memprediksi pengembangannya akan berjalan lebih lambat.
"Progresinya alhamdulillah di luar dari yang kita harapkan. Karena kita masih berpikir pelan-pelan, (tapi) sekarang semakin banyak UMKM yang mau bergabung. Sistem kurasi sekarang semakin berjalan," ujar Sinta, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 1,5 bulan beroperasi, Bale Kita mencatat nilai transaksi hingga Rp 92 juta. Menurut Sinta, capaian tersebut terbilang tinggi meski Bale Kita belum beroperasi pada akhir pekan karena keterbatasan jam kerja aparatur sipil negara (ASN).
"Dulu sudah ada tenant di bandara, omzetnya tidak segitu. Sekarang belum ada di bandara, kita sudah mencapai omset yang hampir sama dengan NTB Mall yang dulu," tegas Sinta.
Di balik capaian tersebut, Sinta mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) berdasarkan masukan pengunjung selama 1,5 bulan Bale Kita beroperasi. Salah satu tantangan utama ialah kejelasan status kelembagaan agar Bale Kita dapat bergerak lebih fleksibel.
"Insya Allah dalam dua bulan ini harusnya sudah selesai. Teman-teman Bale Kita sedang berlari untuk mengejar target-target besar," ungkapnya.
Untuk meningkatkan fleksibilitas operasional, termasuk rencana membuka layanan pada akhir pekan, Pemerintah Provinsi NTB tengah mengupayakan perubahan status kelembagaan Bale Kita menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Sedang diusahakan, insya Allah dalam waktu dekat kita perubahan. Supaya semakin banyak lagi yang bisa kita lakukan. Sekarang geraknya agak sedikit terbatas, udah pengen lari sebenarnya tapi masih agak ketahan," jelasnya.
Sinta menegaskan status BLUD nantinya tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar profit oriented. Sesuai arahan Gubernur NTB, Bale Kita diharapkan menjadi rumah besar layanan promosi dan pemasaran UMKM dari seluruh pelosok NTB.
"Proses kurasi juga kita evaluasi. Kalau dulu di awal kami agak khawatir dengan sistem autentik yang kita pegang. Ternyata memang ini juga ditunggu oleh teman-teman pelaku UMKM kita. Kita berikan kepada mereka yang mau bergerak di bidang keautentikan kerajinan," pungkas Sinta.