Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat ada 22 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga Juli 2026. Untuk menekan penyebaran virus tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyediakan obat antiretroviral (ARV) secara gratis di seluruh puskesmas.
Selain memberikan obat ARV secara gratis, Dikes Mataram gencar melakukan tracking di lapangan. Dikes juga melakukan pemetaan terhadap kelompok populasi kunci yang berisiko tinggi terjangkit HIV.
"Kondisi kami di Mataram sampai sejauh ini masih dapat dikendalikan. Karena memang proses tracking dan penegakan diagnosa. Kami juga mempunyai populasi kunci yang menjadi risiko tinggi. Kasus baru 76, yang murni Kota Mataram ada 22 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Untuk menekan angka penyebaran kasus HIV, Dikes Mataram juga bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Mataram dalam proses tracking.
"Kami melakukan upaya pembinaan melalui KPA," jelasnya.
Emirald menjelaskan penanganan penyakit menular, termasuk HIV, difokuskan pada langkah promotif dan preventif. Upaya promotif dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, sedangkan langkah preventif diwujudkan dengan penyediaan alat kontrasepsi bagi kelompok yang berisiko.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan penularan penyakit, meski kerap memunculkan pro dan kontra di masyarakat.
"Upaya penanganan terhadap penyakit menular itu adalah pencegahan, yakni promotif dan preventif. Promotif berupa edukasi, preventif berupa pemberian alat kontrasepsi," terangnya.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, memang harus kita berikan atensi. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Apakah ada pro atau kontra, kita tetap mementingkan aspek pencegahan penyakit," sambung Emirald.
Di sisi lain, seluruh puskesmas di Kota Mataram kini telah disiapkan untuk memberikan layanan pengobatan bagi pasien HIV. Dinkes memastikan stok obat ARV tersedia dan telah didistribusikan ke seluruh puskesmas.
Emirald mengimbau masyarakat yang terdiagnosis HIV agar tidak putus asa karena pengobatan dapat diakses secara gratis. Menurutnya, konsumsi ARV secara rutin mampu menekan risiko penularan virus kepada orang lain hingga sangat rendah.
"Mataram sudah didukung dengan layanan untuk pemberian obat antiretroviral. Itu yang sangat memperkuat posisi kita saat ini. Kalaupun ada yang positif, dengan rutin mengkonsumsi obat tersebut, risiko penularan terhadap orang lain sangat minun dan hampir nol persen," tuturnya.
Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "
(nor/nor)