Kasus jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah naik setiap tahun. Parahnya lagi kasus baru yang ditemukan didominasi laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
"Data menunjukkan adanya temuan kasus baru yang terus muncul setiap tahun," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima, Ahmad dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Ahmad menerangkan pada 2024 ditemukan 38 kasus baru HIV. Kemudian pada 2025 kembali ditemukan 40 kasus baru yang didominasi oleh populasi kunci LSL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga April 2026, jumlah keseluruhan ODHIV di Kota Bima tercatat sebanyak 97 orang," sebut Ahmad.
Selain kasus ODHIV, lanjut Ahmad, Dinkes Kota Bima juga mencatat kasus Infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis dan gonore juga mengalami peningkatan setiap tahun. Hingga April 2026, tercatat menembus angka 90 orang.
"IMS juga tidak boleh dianggap ringan. IMS dapat menjadi awal masuknya HIV, bahkan membuat seseorang lima kali lebih mudah tertular," ungkap dia.
Ahmad menjelaskan perbedaan antara HIV dengan IMS. Kata dia, kasus HIV muncul sering tanpa gejala di awal. Sementara IMS umumnya memiliki gejala seperti luka pada alat kelamin, dan keluar cairan tidak normal.
"Bahkan nyeri saat buang air kecil atau ruam meski pada sebagian kasus juga bisa tidak disadari," jelasnya.
Ia menegaskan munculnya kasus HIV dan IMS baru setiap tahun menjadi sinyal bahwa resiko penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Faktornya seperti perilaku berisiko, kurangnya pemeriksaan rutin dan stigma yang membuat orang enggan memeriksakan diri yang turut memperbesar potensi penyebaran.
"Angka-angka yang ada bukan sekadar statistik. Tapi menjadi sinyal serius," tegasnya.
Agar terhindar dari kasus HIV dan IMS, Ahmad mengajak untuk menghindari perilaku seksual berisiko, setia pada pasangan. Menggunakan kondom dengan benar bagi yang berisiko.
"Mulai dari sekarang lindungi diri. Jauhi Napza terutama penggunaan jarum suntik bersama serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," tandasnya.