Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang warga negara (WN) Belanda berinisial MJR tewas seusai melompat dari lantai lima hotel di kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Belakangan, pria Belanda berusia 60 tahun itu diketahui menunggak pembayaran tagihan hotel selama sebulan.
"Korban melangkahi pagar pembatas dan berdiri di tembok luar dan korban melompat ke bawah," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/9). Detik-detik saat MJR melompat dari ketinggian 14 meter itu terekam kamera pengawas atau CCTV hotel.
Berdasarkan rekaman CCTV, MJR terlihat berdiri di sudut pembatas selasar hotel pada pukul 22.10 Wita. Semula, tidak ada yang menyadari pria Belanda itu melompat dari lantai lima hotel.
Menurut Adi, staf restoran melihat MJR sudah tergeletak di jalan yang berada di dalam hotel delapan menit berselang. Setelah dicek, pria asing tersebut ternyata merupakan tamu hotel.
Pengelola hotel lantas melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Berdasarkan pemeriksaan medis, MJR diketahui sudah tak bernyawa.
Adi menegaskan polisi telah memeriksa rekaman CCTV hotel dan melakukan penyelidikan terkait kematian MJR. Diketahui, MJR telah menginap di hotel tersebut selama hampir sebulan sejak 16 Agustus lalu. Selama kurun waktu tersebut, ternyata MJR belum melakukan pembayaran tagihan.
"Pihak hotel telah meminta beberapa kali untuk pembayaran. Namun, sampai saat ini korban belum melakukan pembayaran sama sekali," ujar Adi.
Menurut Adi, MJR mengalami patah pergelangan tangan kanan, luka pada siku kanan, dan lecet pada perut sisi kanan. Jasad pria Belanda itu sudah dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah Denpasar.
"Korban meninggal dunia dan jenazahnya sudah di RSUP Prof Ngoerah," pungkas Adi.
(iws/iws)