Ratusan siswa SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, terpaksa belajar di luar ruang kelas setelah ruang belajar disegel karena kondisinya nyaris roboh. Para siswa kini menjalani kegiatan belajar mengajar di lokasi darurat, mulai dari lobi sekolah, kantin, musala, gudang, hingga laboratorium.
Pantauan detikBali di SMAN 1 Gunungsari, Senin (27/7/2026), enam ruang kelas dipasangi garis polisi dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi itu memaksa pihak sekolah mengatur ulang tempat belajar ratusan siswa.
Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyrifin, mengatakan penyegelan dilakukan setelah hasil pemeriksaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB merekomendasikan agar ruang kelas tersebut dikosongkan demi alasan keselamatan.
"Kalau dari hasil pemeriksaan PUPR Provinsi, kami disarankan untuk sterilkan ruang kelas. Tapi sejak awal kami sudah kekurangan empat kelas. Makanya kalau dihitung, sekitar 360 siswa yang terdampak," ujarnya di lokasi.
Musyrifin menjelaskan, bangunan yang disegel memiliki konstruksi yang dinilai tidak ideal. Atap bangunan menggunakan beton, sedangkan penyangganya berbahan kayu, sehingga dikhawatirkan membahayakan apabila tetap digunakan.
"Karena atapnya ini beton, sedangkan penopangnya kayu. Secara keseluruhan, ruang kelas yang sama dengan konstruksinya dengan yang disegel itu lebih dari 20 ruangan," katanya.
Musyrifin berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, belajar di ruang darurat membuat siswa tidak nyaman.
"Kami dari sekolah berharap agar segera ini diperbaiki, karena beda belajar di ruangan dengan di tempat darurat seperti ini. Siswa banyak ngeluh panas, kemudian di kantin berdebu," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat, Fauzi, mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Komisi X DPR RI agar kondisi SMAN 1 Gunungsari mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kami sudah buat surat ke komisi 10 terkait kondisi sekolah ini supaya bisa disampaikan ke Kementerian," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Fauzi menyebut kepastian anggaran perbaikan diperkirakan akan diketahui pada Agustus mendatang melalui program revitalisasi sekolah.
"Agustus ini nanti sudah ada kepastian berapa anggaran yang diberikan Kementerian kepada SMAN 1 Gunungsari melalui anggaran revitalisasi sekolah," tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyegel enam ruang kelas di SMAN 1 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Penyegelan dilakukan karena kondisi bangunan dinilai tidak lagi layak digunakan dan berpotensi ambruk sehingga membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Simak Video "Video Prabowo soal Korupsi CPO Rp 13 T: Bisa Renovasi 8.000 Sekolah"
(hsa/hsa)