detikBali

Wagub Minta Perbati-Pertina Hentikan Polemik Kepengurusan Tinju di NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Wagub Minta Perbati-Pertina Hentikan Polemik Kepengurusan Tinju di NTT


Simon Selly - detikBali

Suasana event tinju Perbati I yang berlangsung di Kupang, NTT, Selasa (28/7/2026) malam.
Foto: Suasana event tinju Perbati I yang berlangsung di Kupang, NTT, Selasa (28/7/2026) malam. (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) merespons polemik yang terjadi antara Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) di NTT.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johni Asadoma, menjelaskan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengakui Perbati. Sementara, Pertina mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Sebetulnya Perbaki dan Pertina tidak ada pro-kontra, masing-masing sudah punya induknya. Tinggal kita cari nanti, kesesuaian dan kesamaannya dimana nanti. Kalau Pertina memang di bawah naungan KONI dari dulu. Kalau Perbati baru lahir dia di bawah KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan menurut saya," terang Johni yang juga Waketum KONI NTT, Selasa (28/7/2026) di sela pembukaan Kejuaraan Tinju Perbati di Kupang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Johni, Perbati merupakan organisasi resmi yang terdaftar di KOI, kemudian sudah menyelenggarakan kejuaraan tingkat Asia di Jakarta. Maka, untuk meredam konflik, tinggal dicari persamaannya untuk menyatukan persepsi.

ADVERTISEMENT

Mantan Ketua Umum (Ketum) KONI itu menambahkan, saat ini pemerintah akan mencari solusi untuk Perbati dan Pertina untuk bersinergi membangun prestasi tinju di NTT.

"Jadi tinggal nanti kita duduk bersama dengan Pertina, kita cari mana yang bisa menjatuhkan keduanya untuk bersinergi untuk membangun prestasi olahraga tinju NTT maupun Indonesia," katanya.

"Jadi Perbati buat pertandingan, begitu juga dengan Pertina buat pertandingan. Nanti sama-sama buat pertandingan keduanya diikutkan. Jadi kita sama-sama cari yang bagus kita promosikan untuk di PON nanti," tambah mantan Kapolda NTT itu.

Johni menilai persoalan Perbati maupun Pertina hanya perbedaan sudut pandang masing-masing pengurus. Namun, leduanya miliki visi dan misi yang sama untuk memanjukan tinju.

"Sudut pandang saja yang beda. Padahal semuanya sama punya niat untuk membangun olahraga tinju. Saya berharap, ini menjadi suatu kalender tetap tinju Perbati untuk pembinaan atlet-atlet tinju yang bagus ke depan," urai mantan petinju Indonesia yang pernah bertanding di ajang Olimpiade itu.

Johni jga mengapresiasi, event tinju perdana yang diselenggarakan oleh Perbati NTT dengan dukungan para sponsor. Ia menilai semakin banyak pertandingan maka akan melatih petinju NTT untuk menghadapi PON XXII Tahun 2028 di NTT-NTB.

"Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Perbaki dan Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, kepada Kadispora Kota Kupang yang sudah mendukung dan melaksanakan kejuaraan ini. Ini adalah pertandingan kecil yang memang harus banyak dilaksanakan. Semakin banyak pertandingan semakin matang seorang petinju dan sekaligus persiapan menghadapi PON nantinya." Urai Johni.

Perbati NTT Target 3 Emas di PON XXII Tahun 2028

Sementara itu Ketua Perbati NTT Hermensen Ballo, mengatakan, walaupun banyak penolakan yang terjadi untuk event tersebut. Namun semua dapat diselesaikan.

"Dengan riak-riak, dengan badai yang luar biasa kita bisa melaksanakan kegiatan ini. Kita berkoordinasi dengan pihak Polda, Polresta Kupang, Polsek dan Brimob, Puji Tuhan kegiatan pembukaan ini berjalan dengan baik," ujar Hermensen.

Hermensen enggan merespon soal laporan dari Pertina di Mapolda NTT, terkait penyelenggaraan event tinju yang diselenggarakan oleh Perbati NTT.

"Jadi kita mencari atau menciptakan bibit atlet tinju, bukan mencari bentrok. Mau bagaimanapun kita ikuti berproses. Kita tidak peduli, suka tidak suka itu hal biasa," kata Hermensen.

"Tapi untuk anak-anak harus tetap berjalan. Karena anak-anak sudah berlatih dengan keras. Pemerintah sudah dukung kita. Saya pikir tidak ada masalah," tambah dia.

Ia menegaskan, untuk PON XXII Tahun 2028 dengan NTT-NTB tuan rumah bersama, Perbaki NTT menargetkan tiga medali emas. "Untuk Perbati, target kita emas karena tuan rumah, tiidak ada cerita target kita 3 emas. Tapi kalau lebih itu lebih baik lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pertina NTT Semuel Haning, menegaskan bahwa Pertina merupakan satu-satunya induk organisasi cabang olahraga tinju yang diakui oleh KONI.

Semuel mengatakan setiap orang memiliki hak untuk membentuk atau melantik organisasi. Namun dalam sistem olahraga nasional, pengakuan terhadap induk cabang olahraga tetap berada di bawah kewenangan KONI.

Menurut dia, Pertina NTT telah menerima surat resmi dari KONI Pusat dengan Nomor 432/BPP/VII/2026 tertanggal 4 Juni 2026 tentang Rencana Nomor Pertandingan/Perlombaan PON XXII/2028 yang ditujukan kepada 67 cabang olahraga yang terdaftar, termasuk Pertina.

"Surat ini mempertegas bahwa hanya Pertina yang berhak melaksanakan dan mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Indonesia pada PON 2028 nanti, tidak ada yang lain," tegas Semuel.



(hsa/hsa)









Hide Ads