Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 menuai kritikan. Musababnya beragam keributan terjadi saat pertandingan beberapa cabang olahraga (cabor) sejak mulai digelar 16 Juli 2026 kemarin.
Presiden Sahabat Muda NTB Kusnadi Unying, memberikan kritik pedas terhadap kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB yang menjadi holding penyelenggaraan Porprov NTB tahun 2026.
Menurut Unying, sejak pertandingan Porprov dibuka, beberapa keributan terjadi. Bahkan salah satu pertandingan kick boxing berujung pada laporan polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga aksi pemindahan sepihak venue kick boxing memicu protes dari perwakilan atlet Sumbawa Barat. Pada cabor ini juga berujung pelaporan polisi," ujar Unying dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
Anehnya lagi, Unying melanjutkan, ada sembilan atlet taekwondo Kabupaten Sumbawa dicoret mendadak oleh panitia. Bahkan pertandingan Sepak bola Sumbawa Barat vs Bima menuai keributan berujung aksi baku hantam.
"Kemarin juga terjadi aksi baku hantam di cabor voli dan tinju. Kami menduga juri olahraga dituding mengutamakan ego kelompok atau daerah," tegasnya.
Dengan berbagai keributan yang terjadi di ajang Porprov NTB 2026 ini, Unying meminta KONI Pusat untuk mengevaluasi kinerja ketua KONI NTB. "Ada beberapa lagi keributan seperti marching band Dompu datangi kantor KONI, ajang BMX di Lombok Barat juga saling hantam. Kok aneh banyak keributan begini," cecar Unying.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD NTB Muzhir juga melontarkan kritikan dengan nada satire terkait penyelenggaraan Porprov NTB 2026 yang mempertandingkan 51 cabor. Menurutnya, rentetan keributan yang terjadi pada ajang 4 tahunan ini kemungkinan terjadi karena digelar pada musim panas.
"Kemungkinan (keributan ini terjadi) karena musim panas ya. Keuangannya kurang. Kurang air minumnya," ujar Muzhir sambil tertawa.
Dia juga menyesalkan adanya salah satu pimpinan DPRD dari salah satu kabupaten ikut dalam aksi keributan saat salah satu cabor dipertandingkan di Porprov ini.
"Saya sesalkan, terutama ada pimpinan DPR. Kok bisa sampai nendang orang dan kursi ya. Jadi olahraga ini untuk kita senang. Bukan untuk kita berkelahi. Menang dan juara itu penting. Tapi yang paling penting adalah senang," tegasnya.
Muzhir menilai segala keributan di ajang Porprov NTB 2026 ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan sportivitas dalam bertanding.
"Mungkin air minum nggak ada. Nah ini makanya jadi pelajaran buat kita semua. Kendalikanlah nafsu ini sedikit lah. Jangan sedikit marah walaupun ini pada panas perih ya," ujarnya.
Dia pun meminta kepada peserta dan panitia Porprov untuk tidak mengulangi kejadian seperti ini terulang di ajang PON 2028. Mengingat PON menjadi ajang nasional dilihat seluruh Indonesia.
"Sekarang ini untung kita masih bersaudara. Padahal contoh seperti di Karate. Kan kadang-kadang satu perguruan ini, seperti tinju. Jadi untuk apa berkelahi. Kalah menang itu hal biasa," tegasnya.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan banyak aksi protes yang terjadi di ajang Porprov NTB 2026 ini sangat diperbolehkan. Tetapi kata Mori, protes yang dilakukan oleh peserta dan pendukungnya bisa dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan.
"Ada protes langsung saat itu, kalau gak puas dengan hasilnya ada arbitrase langsung ke KONI. Dan itu biasa saja buat kita dan justru itu bagus ya ada dinamika," tegas Mori.
Dia mengeklaim seluruh pertandingan 51 cabor di ajang Porprov NTB 2026 ini berjalan dengan baik. "Alhamdulillah bisa kita katakan berjalan dengan baik walaupun masih ada kekurangan di masing-masing cabor. Kita akan perbaiki," tandasnya.