detikBali

Viral Kepala SPPG di Lombok Tengah Diduga Lecehkan Bawahannya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Kepala SPPG di Lombok Tengah Diduga Lecehkan Bawahannya


Edi Suryansyah - detikBali

Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan (Foto: iStock)
Lombok Tengah -

Seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) inisial (SA) di Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya. Terduga pelaku melakukan aksinya dengan modus mengajak korban mengerjakan laporan di tempat sepi.

Kasus ini mencuat setelah adanya video mediasi antara terduga pelaku dan korban di sebuah ruangan viral di media sosial (medsos). Dalam video itu, terdengar pengakuan seorang korban yang tak terima dibelai-belai oleh terduga pelaku sambil sesenggukan menangis.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun facebook @Bang_Guru. Postingan itu saat ini telah ditonton sebanyak 861 kali dan direspon ratusan orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tau pak ndek andang muri fokusk gawekanm laporan. Beridap kepalam due kali (tau pak ndak hadap belakang karena saya fokus ngerjain laporan tapi saya merasakan dua kali). Nggih (dua kali)," kata korban dalam video itu yang dikutip detikBali, Senin (27/7/2026).

Dalam video itu juga terdengar terduga pelaku yang menyangkal perbuatannya. Ia pun menyampaikan jika dirinya mengajak korban ke tempat sepi agar lebih fokus membuat laporannya. Di sisi lain, ia juga mengatakan sengaja begitu untuk mencari sensasi lain karena lagi mumet.

"Tiang sudah sampaiin ayo dek kita mau ke mana. Lagi pusing begini, telih (dingin). Nanikh (sekarang) belianm es menu," kata terduga pelaku saat pertemuan itu.

ADVERTISEMENT

Korban pun merespon jika alasan terduga pelaku mengajaknya ke tempat sepi agar leluasa melancarkan aksinya. Ia pun sempat mengecek CCTV namun tak menemukan. Namun, ia menyampaikan jika ia merasa adanya sentuhan di kepalanya.

"Ye mum tenak jok tempat lain yang sepi. Makanya tadi waktu side pergi. Saya langsung liat pergi muk cek CCTV kenak atau ndek. Adekn molah ndek meni kenjarian. Laguk ndekn arak CCTV. Kembek bani ngeraos marak meni (kenapa berani ngomong seperti ini). Sengakn merasek kak (karena merasa saya)," ujarnya.

Sementara itu, SA yang dikonfirmasi detikBali melalui pesan WhatsApp hingga berita ini dimuat belum memberikan tanggapan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahean, mengaku belum menerima laporan terkait dugaan pelecehan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), namun hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk.

"Saya tanya Kanit PPA gak ada katanya," katanya via whatsapp.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads