detikBali

Pendaki Rinjani Wajib Ikut Ritual Sembeq Buraq Sebelum Mendaki

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pendaki Rinjani Wajib Ikut Ritual Sembeq Buraq Sebelum Mendaki


Sanusi Ardi - detikBali

Salah seorang turis mengikuti ritual Sembeq Buraq saat berkunjung ke Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur,  NTB, Jumat (24/7/2026).
Salah seorang turis mengikuti ritual Sembeq Buraq saat berkunjung ke Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, Jumat (24/7/2026). (Foto: Dok. Amrul Arahap)
Lombok Timur -

Calon pendaki Gunung Rinjani di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal diwajibkan mengikuti ritual Sembeq Buraq sebelum melakukan pendakian. Aturan tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun depan.

Ketua Pemuda Rinjani Selatan, Amrul Arahap, mengatakan aturan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat desa. Kewajiban mengikuti ritual Sembeq Buraq bertujuan meminta restu kepada para tetua adat sebelum pendakian dilakukan.

"Sebenarnya ritual ini sudah lama dilakukan oleh orang tua kita dulu. Ritual ini tujuannya meminta restu kepada para tetua adat. Sehingga kami mencoba akan menerapkannya kembali bagi para calon pendaki, teknisnya seperti apa itu sedang kami bahas dalam bentuk awik-awik desa," ujar Amrul, Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amrul menjelaskan, Sembeq Buraq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang menjadi ikrar moral bagi setiap pendaki untuk menghormati alam dan mematuhi hukum adat. Dalam ritual tersebut, para pendaki akan diberikan penjelasan mengenai larangan dan pantangan yang tidak boleh dilakukan selama pendakian.

ADVERTISEMENT

Selain diwajibkan mengikuti ritual adat, calon pendaki, khususnya dari luar Lombok dan wisatawan mancanegara, akan diarahkan menginap di rumah-rumah warga. Dengan demikian, sebelum mendaki, para wisatawan dapat mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar desa penyangga jalur selatan Gunung Rinjani.

"Tentu rumah-rumah warga yang akan ditempati akan dilakukan penataan terlebih dahulu. Nantinya para calon pendaki bisa menikmati objek wisata yang berada di desa-desa penyangga sebelum ataupun sudah mendaki Gunung Rinjani," terang Amrul.

Ia menambahkan, Pemuda Rinjani Selatan bersama desa-desa penyangga jalur pendakian saat ini tengah menyusun awik-awik sebagai pedoman bersama.

"Kami sedang menyusun awik-awik bersama desa-desa penyangga jalur selatan Rinjani agar konsep pendakian berbasis pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat memiliki landasan yang kuat serta dapat diterapkan secara berkelanjutan," jelas Amrul.

Amrul mengatakan wacana pendakian yang dipadukan dengan budaya lokal tersebut mendapat sambutan positif dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Ia menargetkan penyusunan awik-awik rampung pada akhir tahun ini sehingga dapat diterapkan mulai tahun depan.

"Beberapa kali kami lakukan audiensi, kami mendapatkan dukungan penuh dari TNGR," ujarnya.

"Kami menargetkan penerapanya tahun depan," imbuhnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads