Satu Dekade Alunan Budaya Pringgasela Belum Bisa Genjot Kunjungan Wisatawan

Sanusi Ardi W - detikBali
Senin, 27 Jul 2026 05:30 WIB
Pementasan tari kolosal dalam ajang festival Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya, Lombok Timur, NTB, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Tahun ini, festival Alunan Budaya Pringgasela Raya sudah memasuki satu dekade pelaksanaannya. Meski begitu, festival yang menampilkan berbagai pertunjukan spektakuler itu belum mampu menggenjot kunjungan wisatawan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Bupati Lombok Timur, Muhammad Edwin Hadiwijaya, tak menampik hal tersebut. Namun, Edwin tetap bersemangat karena festival budaya itu dapat menggerakkan ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

"Untuk mendatangkan wisatawan, tentu tidak bisa hanya satu titik saja. Kita harus menggerakkan Desa Tetebatu dan sekitarnya untuk menjadi deretan kegiatan itu yang penting," kata Edwin, Sabtu (25/7/2026).

Malam pembukaan Alunan Budaya Pringgasela Raya Tarian 2026 dimeriahkan dengan tari kolosal hingga peragaan busana. Festival ini dipusatkan di Simpang Empat Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra) dan berlangsung selama tujuh hari, dari 19-25 Juli 2026.

Pantauan detikBali, ribuan pengunjung menghadiri malam penutupan Alunan Budaya Pringgasela Raya pada Sabtu (25/7). Hanya terlihat empat orang turis asing yang ada di lokasi. Selebihnya adalah tamu undangan, pejabat daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Lombok Timur.



Simak Video "Video: Wamenpar Puji Festival Karawo Gorontalo Masuk Top 110 KEN"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork