NTB Rangking 4 Bencana Tertinggi di RI, 10 Wilayah Terancam Kekeringan

Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali
Sabtu, 25 Jul 2026 03:30 WIB
Foto: Rapat Koordinasi Kebencanaan Daerah Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama 10 kepala daerah NTB di Mataram, Jumat (24/7/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk wilayah dengan risiko tinggi terjadi bencana selama kurun waktu 2015 hingga 2025. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama tahun 10 tahun terakhir, Bumi Gora dilanda 61 bencana. Jumlah itu di bawah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan tingginya risiko bencana di NTB didukung oleh letak geografis. Bahkan, dari 514 kabupaten kota di Indonesia, tidak satupun daerah yang risiko bencananya rendah.

"Kalau kita berbicara letak geografis Indonesia. Jadi NTB itu nomor 4 tertinggi di Indonesia. Itu sudah tinggi sekali itu," kata Suharyanto saat Rapat Koordinasi Kebencanaan Daerah bersama 10 kepala daerah NTB di Mataram, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan data, Kabupaten Bima menjadi daerah di Bumi Gora paling sering terjadi bencana selama 10 tahun terakhir. Tercatat ada 12 kejadian bencana terjadi di Kabupaten Bima.

"Jadi kami harap Pak Gubernur harus melakukan pemetaan risiko kebencanaan di daerahnya," pinta Suharyanto.

Kemudian, seluruh wilayah di NTB masuk kategori kuning untuk risiko ancaman bencana kekeringan. Lebih parahnya lagi, terdapat 50 kecamatan sudah dilanda kekeringan di NTB.

"Kebakaran hutan dan lahan di NTB relatif lebih sedikit. NTB dan NTT ini selalu tinggi kebakaran hutannya, tetapi tidak masuk daerah prioritas karena bukan lahan gambut," ujar Suharyanto.

Suharyanto mengeklaim penanganan kekeringan di Bumi Gora terbilang lebih mudah. Modifikasi cuaca bisa dilakukan di NTB. Kontur hutan di NTB terbilang tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Makanya ada instruksi Presiden itu hanya enam provinsi yang masuk prioritas kebakaran hutan dan lahan karena susah dipadamkan itu ada di Sumatera dan Kalimantan," tegas Suharyanto.

Suharyanto meminta seluruh kepala daerah di NTB harus melakukan kajian risiko bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa. Kajian risiko ini penting dilakukan karena rehabilitasi dan rekonstruksi biayanya jauh lebih besar.

Dari data BNPB, seluruh wilayah di NTB masuk kategori sedang dan tinggi risiko bencana kekeringan. Empat wilayah masuk risiko sedang antara lain, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Selain wilayah tersebut masuk kategori risiko tinggi.



Simak Video "Video Terkuak Motif Anak Durhaka Bunuh-Bakar Ibu di Mataram"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB