Proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores dikerjakan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2031. Tahun ini, proyek jalan sepanjang 141,291 kilometer (km) itu baru bisa dikerjakan sekitar 10 kilometer (km).
Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja reses Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, bersama rombongan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/7/2026). Agenda dewan itu turut didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.
"Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp 1.079,45 miliar (Rp 1,07 triliun)," ujar Janto saat memaparkan progres proyek pembangunan jalan tersebut kepada tim kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu.
Jalan ini menjadi jalur alternatif dari Reo-Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari-Kedindi. Infrastruktur ini juga diharapkan menjadi penunjang utama akses menuju destinasi pariwisata superprioritas di Labuan Bajo. Proyek ini juga mencakup pembangunan sejumlah jembatan.
Simak Video "Video Komisi V DPR Terima Laporan Pesawat ATR Berbelok dari Rute"
(iws/iws)