Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membocorkan desain alternatif gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan baru gedung wakil rakyat akibat dibakar massa pada 30 Agustus 2025 itu diperkirakan memakan biaya Rp 200 miliar.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTB, Dades Prinandes, mengatakan pembangunan gedung baru DPRD NTB memiliki karakteristik suku dan tradisi Bumi Gora. Menurut Dades, desain baru gedung wakil rakyat Bumi Gora itu bakal dilengkapi dengan lambang tradisi budaya dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
"Jadi akan mewakili bentuk sesuai tradisi di NTB. Gambarannya kira-kira seperti itu. Jadi modelnya nanti, ada lumbungnya sesuai usulan DPRD," tegas Dades seusai menerima kunjungan Ketua Komisi V DPR, Lasarus, bersama jajarannya, Rabu (22/7/2026).
Dades belum bisa membocorkan estimasi pasti besaran biaya yang dihabiskan untuk membangun ulang gedung DPRD NTB itu. Musababnya, BPBPK NTB masih fokus melakukan penyusunan detail engineering design (DED).
"Jadi ada tiga alternatif desain tadi, tetapi usulan teman-teman DPRD itu alternatif nomor dua. Kapan DED selesai, nanti kami update di bulan Oktober atau September," ungkap Dades.
Sesuai arahan Lasarus, tutur Dades, pembangunan gedung baru DPRD NTB akan dilakukan lelang dini. Lelang dini ini akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 setelah penyusunan DED tuntas.
"Jadi memang dikerjakan 2027, dilaksanakan lelang dininya di 2026 sehingga di awal tahun 2027, itu sudah bisa dilaksanakan kontrak," ujar Dades.
Pengerjaan gedung baru DPRD NTB ditargetkan tuntas dalam 11 bulan. Waktu yang dinilai singkat itu dipastikan tidak akan mengurangi spek bangunan.
"Itu saya kira cukup. Untuk standar ini kan, sebenarnya bukan bangunan yang di atas 10 lantai. Kami kira cukup kok," tegas Dades.
Simak Video "Video Penampakan Gedung DPRD NTB yang Dibakar Massa"
(iws/iws)