detikBali

Pemprov NTB Minta Bantuan Rp 200 M ke Pusat untuk Perbaiki 3 Jalan-2 Jembatan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov NTB Minta Bantuan Rp 200 M ke Pusat untuk Perbaiki 3 Jalan-2 Jembatan


Ahmad Viqi - detikBali

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengusulkan perbaikan tiga ruas jalan dan dua jembatan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2026 kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut diajukan karena kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur diperkirakan mencapai lebih dari Rp 200 miliar, sehingga tidak dapat ditanggung melalui APBD NTB.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan pemerintah provinsi hanya mampu menangani kerusakan jalan dengan kategori ringan hingga sedang. Sementara itu, proyek yang membutuhkan biaya besar diusulkan melalui program IJD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ukurannya sifatnya ringan dan sedang kami tangani sendiri. Tapi kalau berat dari sisi pelaksanaan dan berat di ongkos, kami coba dorong melalui program IJD," tegas Kusuma, Selasa (21/7/2026).

Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain perbaikan ruas Jalan Kebon Ayu-Lembar di Kabupaten Lombok Barat, ruas Jalan Sampungu di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, serta pembangunan kembali dua jembatan di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang rusak akibat diterjang banjir bandang.

ADVERTISEMENT

Khusus di Kabupaten Bima, panjang ruas jalan yang diusulkan untuk diperbaiki mencapai sekitar 48 kilometer (km) dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 50 miliar.

"Anggarannya sekitar Rp 50 miliar dibutuhkan, itu baru di Bima saja. Kalau keseluruhan kami usulkan anggaran Rp 200 miliar lebih untuk tiga ruas jalan dan dua jembatan. Tapi ini baru usulan ya," bebernya.

Guna mengunci kepastian masuk dalam program IJD dari pusat, Dinas PUPRPKP NTB kini berpacu dengan waktu melengkapi seluruh dokumen administrasi dan teknis. Targetnya, proyek fisik sudah bisa dieksekusi penuh pada 2027 mendatang.

"Sekarang kami siapkan desain, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan spesifikasi teknis dulu, sehingga prosesnya bisa lebih cepat dan persetujuannya juga cepat," jelas Kusuma.

Perbaikan yang bisa dikerjakan oleh Pemprov NTB, beber Wijaya, ruas jalan depan rumah sakit Sumbawa. Jalan tersebut memang menjadi jalur vital warga ke RSUD Sumbawa.

"Kondisinya memang selalu terendam, setiap hujan jalan itu selalu rusak. Namanya kan kalau jalan kan kendalanya kan di air, jalan itu kendalanya di air," ujarnya.

Untuk itu, sebelum jalan sepanjang 1 km itu diperbaiki, pemerintah akan melakukan aliran drainase di dua sisi jalan depan RSUD Sumbawa tersebut. Karena, aliran drainase itu membuat hampir sebagian besar menyebabkan jalan itu tambah rusak.

"Kalau hujan jalannya banyak rendam. Jadi itu yang kita perbaiki terlebih dahulu," pungkas Wijaya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads