detikBali

Konflik Berdarah di Adonara Jadi Sorotan, Bupati Diminta Bergerak Cepat

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Konflik Berdarah di Adonara Jadi Sorotan, Bupati Diminta Bergerak Cepat


Simon Selly - detikBali

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat diwawancarai, Senin (20/7/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Konflik berdarah yang kembali pecah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan berbagai pihak. Sengketa yang diduga dipicu persoalan tanah itu disebut bukan kali pertama terjadi. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin sama-sama meminta Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen bergerak cepat meredam konflik dan mencegah peristiwa serupa kembali terulang.

Gubernur Laka Lena mengatakan konflik sengketa tanah di wilayah Adonara bukan persoalan baru. Menurut dia, konflik serupa sudah beberapa kali terjadi dan kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur.

"Di Adonara itu kan bukan hal baru, kita tau bersama disana itu masalah tanah bisa menimbulkan konflik seperti ini dan juga menjadi konsern Pak Bupati," kata Laka Lena, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melki mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur terkait penanganan konflik tersebut. Saat ini, kata dia, prioritas pemerintah daerah adalah memperkuat keamanan dan mengupayakan perdamaian antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

ADVERTISEMENT

"Untuk saat ini bagaimana perkuat keamanan dulu untuk saat ini bisa berdamai dulu. Bupati juga lagi cari cara ke depan jika terjadi lagi masalah-masalah seperti ini bisa dicegah dan dampak-dampak seperti ini bisa teratasi dengan baik." tambahnya.

Selain memperkuat pengamanan, aparat kepolisian dan TNI juga melakukan pendekatan kepada para pihak yang bertikai sebagai bagian dari upaya meredam konflik.

"Dan sekarang polisi dan tentara juga melakukan pendekatan dengan para pihak agar bisa dijelaskan secara baik," katanya.

Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah agar konflik tidak terus berulang.

"Untuk itu, Pemkab Flores Timur paling tidak harus segera mengambil sikap persoalan ini. Bupatinya kan orang Adonara juga, pasti tahu menyelesaikan konflik dua desa ini seperti apa. Jika kita salah langkah mengambil keputusan maka bisa mengakibatkan konflik baru," jelasnya.

"Jadi Pak Bupati harus bersikap dan mengambil langkah cepat, untuk meminimalisir konflik berlanjut," tambah Ana.



(dpw/dpw)










Hide Ads