detikBali

Ragam Cerita Wali Murid Hari Pertama MPLS di Mataram

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Ragam Cerita Wali Murid Hari Pertama MPLS di Mataram


Nathea Citra - detikBali

MPLS hari pertama di SMPN 3 Mataram, Senin (13/7/2026)
Foto: MPLS hari pertama di SMPN 3 Mataram, Senin (13/7/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Sekolah-sekolah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ini, Senin (13/7/2026). Para orang tua pun bercerita bagaimana mereka menyiapkan anak-anak mereka untuk masuk sekolah pada hari pertama.

Salah satu orang tua murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Mataram, Tia, mengaku sudah mempersiapkan keperluan MPLS anaknya sejak semalam. Seragam, bekal, tas hingga alat tulis sudah disiapkan bersama-sama sejak semalam.

"Dari tadi malam itu kami sudah siapkan bekal dan perlengkapan untuk MPLS hari pertama. Mulai dari bekal sampai alat tulisnya," kata Tia kepada detikBali, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah mempersiapkan perlengkapan MPLS hari pertama, Tia mengaku ada saja barang yang ketinggalan.

ADVERTISEMENT

"Perasaan tadi malam itu sudah siap semua. Tapi pas di jalan, baru ngeh kalau bekal dan botol minumnya masih di rumah. Aduh, harus balik lagi tadi," ujarnya.

"Anaknya yang sekolah, tapi kita juga dibuat grasak-grusuk," ucapnya tertawa.

Orang tua murid lainnya, Sugiharto, mengaku sangat terharu saat mengantar anak pertamanya menuju sekolah.

"Ini pengalaman pertama, terharu, sebab anak yang biasanya selalu ada di rumah dan dekat dengan kami, hari ini sudah mulai belajar mandiri," ungkapnya.

Meski terharu, Sugi mengaku bangga karena anaknya sudah mandiri dan bisa mempunyai banyak teman. "Dia mulai sekolah dan punya teman di luar orang tua," sambungnya.

Kehadiran 90 Persen

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mencatat capaian keterlibatan para ayah di hari pertama MPLS ini mencapai 90 persen lebih.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menuturkan kehadiran para orang tua di hari pertama MPLS ini memiliki dampak psikologis yang besar bagi perkembangan anak.

"Banyak sekali (ayah yang mengantar). Orang tua (harus) hadir dalam kehidupan anak. Anak-anak ini kan perasaannya sedang tumbuh, mereka butuh ada yang melindungi dan memotivasi," kata Mohan, Senin.

Menurut Mohan, komunikasi singkat namun berkualitas antara anak dan orang tua di hari pertama sekolah sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak. Mohan berharap keterlibatan orang tua tidak hanya berhenti di hari pertama MPLS saja, melainkan menjadi rutinitas sederhana, minimal mengantar sampai gerbang sekolah.

"Selama orang tua punya waktu, luangkanlah hari itu untuk mengantar anaknya. Itu akan baik sekali bagi anak," ungkapnya.

Selain menyoroti soal peran para orang tua, Mohan menekankan kepada para guru terkait lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa kebahagiaan anak di bangku sekolah, dari jenjang TK hingga SMP, harus menjadi prioritas di atas nilai akademik semata.

"Saya sampaikan ke guru, tolong diperhatikan agar tidak ada bullying disitu. Anak-anak yang baru harus menghormati kakak-kakaknya, dan yang sudah lama disitu harus bisa membimbing adik-adiknya," tegas Mohan.

Dia juga berpesan kepada para guru di Mataram, agar tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan di dalam kelas.

"Guru harus memperhatikan tumbuh kembang anak, terutama atensi terhadap perubahan perilaku. Kalau soal ilmu bisa diajarkan, tapi soal akhlak dan keikhlasan, guru harus menjadi teladan," pungkasnya.



(hsa/hsa)










Hide Ads