detikBali

MPLS Hari Pertama di Denpasar dan Klungkung Diwarnai Cerita Berbeda

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

MPLS Hari Pertama di Denpasar dan Klungkung Diwarnai Cerita Berbeda


Fatih Kudus Jaelani, Rizki Setyo Samudero - detikBali

Suasana kegiatan MPLS di SMAN 4 Denpasar dan SMK PGRI 5 Denpasar hari pertama, Senin (13/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Foto: Suasana kegiatan MPLS di SMAN 4 Denpasar dan SMK PGRI 5 Denpasar hari pertama, Senin (13/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai hari ini, Senin (13/7/2026). Sejumlah SMA dan SMK di Denpasar juga telah melaksanakan MPLS di hari pertama.

SMAN 4 Denpasar misalnya, para siswa tertib berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti materi pertama pengenalan sekolah yang disampaikan oleh panitia dan guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala SMAN 4 Denpasar I Made Sudana menuturkan sebanyak 428 siswa telah terdaftar dan mengikuti MPLS hari ini. Sudana memastikan seluruh kegiatan MPLS tidak ada unsur kekerasan fisik, seksual hingga bullying atau perpeloncoan.

"Dari kemarin saya sudah memberikan pemahaman kepada panitia bahwasannya ini kan namanya MPLS Ramah, yang namanya ramah tidak ada yang namanya perpeloncoan atau suatu kegiatan yang menakutkan," kata Sudana ditemui di SMAN 4 Denpasar.

ADVERTISEMENT

Sudana membeberkan sejumlah materi yang akan diberikan oleh pihak sekolah seperti materi kurikulum, budaya lingkungan sekolah, program-program sekolah, kesiswaan hingga sarana prasarana

Sementara itu, di SMK PGRI 5 Denpasar juga para siswa aktif mengikuti kegiatan MPLS di halaman sekolah. Para siswa dikelompokkan agar saling mengenal satu sama lain.

Pantauan detikBali, mereka duduk melingkar tiap kelompok dan makan bersama dari bekal yang dibawa dari rumah. Selain itu, mereka juga aktif berkeliling sekolah untuk melihat suasana baru di lokasi belajar mereka.

Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati mengatakan sebanyak 894 siswa telah terdaftar di sekolah tersebut. Ia juga memastikan tidak ada tindakan kekerasan, bullying, dari kakak kelas maupun guru.

"MPLS Ramah itu mencakup tidak ada perpeloncoan. Tidak adanya kekerasan, tidak adanya hukuman fisik, dan balas dendam dari senior," ujar Nuning ditemui di SMK PGRI 5 Denpasar.

Selain itu, durasi kegiatan MPLS dikurangi dari tahun sebelumnya yang awalnya selesai pukul 16.00 Wita, kini selesai lebih awal pukul 13.00 Wita. Hal tersebut agar tidak membebani siswa selama MPLS.

"Kebetulan untuk tahun lalu kami MPLS dilaksanakan selama 3 hari tapi tahun sekarang 5 hari. Untuk tahun lalu kita sampai jam 4 sore, tahun sekarang kami sampai jam 1 siang. Kebetulan kami tidak ingin memberatkan siswa ya," jelasnya.

"Jadi ini kan hanya masa pengenalan sekolah, apa yang penting-penting, apa yang harus mereka tahu dari sekolah ini, itu aja sih dulu," sambung Nuning.

Tangis Murid Hiasi Masa Ta'aruf Murid Madrasah di Klungkung

Suasana hari pertama masuk sekolah di MII Klungkung, Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Senin (13/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).Suasana hari pertama masuk sekolah di MII Klungkung, Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Senin (13/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali). Foto: Suasana hari pertama masuk sekolah di MII Klungkung, Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Senin (13/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).

Suasana riuh menyelimuti gerbang Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) Klungkung di Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Senin (13/7/2026) pagi. Puluhan orang tua yang didominasi oleh ibu-ibu tampak sibuk mengantarkan putra-putri mereka untuk memulai hari pertama sekolah. Raut bahagia sekaligus cemas terpancar jelas dari wajah para orang tua.

Kecemasan kian terlihat saat para orang tua harus melepas tangan anaknya untuk memasuki ruang kelas yang baru. Drama hari pertama sekolah pun tak terhindarkan. Seorang ibu bahkan harus bolak-balik menenangkan putranya yang menangis oleh suasana baru di sekelilingnya.

Setelah guru kelas meminta para orang tua untuk meninggalkan ruang kelas demi kelancaran kegiatan, beberapa di antaranya tidak langsung pulang. Mereka memilih bertahan dan mengamati dari jauh, memenuhi pintu kelas, hingga mengintip dari balik kaca jendela demi memastikan buah hati mereka baik-baik saja.

Kepala MII Klungkung, Subhan, memaklumi tingkah laku para wali murid tersebut. Menurutnya, kehadiran orang tua di hari pertama murni karena kekhawatiran terhadap proses adaptasi sang anak.

"Wali murid yang datang ini sebenarnya kepikiran sama anaknya, bukan murni ingin melihat kegiatannya. Mereka ingin mendampingi agar anaknya bisa beradaptasi. Begitu melihat ternyata anaknya bisa bergabung dan berinteraksi dengan teman-temannya, orang tua pasti lebih lega," ungkap Subhan saat ditemui detikBali di lokasi, Senin (13/7/2026).

Subhan memaparkan, orientasi pengenalan lingkungan madrasah tahun ini disingkat dengan nama Matamuda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) dan akan berlangsung selama lima hari. Tahun ini, MII Klungkung menerima total 76 murid baru, yang terdiri dari 32 laki-laki dan 44 perempuan.

Nantinya, puluhan siswa tersebut akan dibagi ke dalam tiga kelas. Subhan menegaskan, pembagian kelas ini tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui proses pemetaan yang efektif agar tidak memunculkan stigma 'kelas favorit'.

"Penjaringan kelas dilakukan melalui tahapan penilaian, termasuk tes calistung (baca, tulis, hitung). Siswa akan dikategorikan dalam tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, untuk kemudian disebar secara merata. Tujuannya agar kemampuan di setiap kelas itu merata, tidak ada kelas yang isinya pintar semua atau kelas favorit," paparnya.

Terkait kehadiran orang tua di sekolah, pihak madrasah masih memberikan kelonggaran di awal masa adaptasi untuk membangun rasa percaya. Namun, kebijakan ini tidak akan berlangsung lama.

"Satu dua hari ini kami persilakan orang tua datang mendampingi putra-putrinya. Namun setelah satu dua hari, nanti kami akan mengimbau agar cukup mengantar sampai gerbang saja. Tidak perlu khawatir, biar orang tua benar-benar mempercayakan pendidikan putra-putrinya pada kami sejak hari pertama," pungkas Subhan.

Sementara itu Komite MII Klungkung M Taufiqur Rachman berharap orang tua bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pihak madrasah. Adapun ketika menemui persoalan, ia meminta agar orang tua melaporkan terlebih dahulu ke pengurus komite sebelum ke sekolah.

"Nantinya masing-masing kelas akan ada perwakilan pengurusnya. Kita tidak menutup kemungkinan adanya persoalan di sekolah, sehingga kita berharap orang tua murid bisa memberikan kepercayaan pada komite," jelas Taufiq.



(nor/nor)











Hide Ads