Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai mencairkan dana stimulan untuk program Desa Berdaya tahun anggaran 2026 senilai Rp 128 miliar. Sektor peternakan menjadi primadona yang paling banyak dipilih oleh desa-desa di NTB.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) NTB, Lalu Hamdi, mengungkapkan sebanyak 257 desa telah mengajukan proposal ke Pemprov NTB pada tahap pertama. Sebanyak 70% di antaranya mengajukan bantuan stimulan sektor pertanian dan peternakan.
"Desa Berdaya ini sebenarnya ada tiga, yaitu ketahanan pangan, pariwisata, dan lingkungan hidup. Hasilnya, sekitar 60 sampai 70% desa ternyata mendominasi mengambil tema peternakan, seperti budi daya ayam, bebek, dan sapi," ujar Hamdi, Selasa (23/6/2026).
Menurut Hamdi, pilihan tersebut murni berdasarkan hasil musyawarah di tingkat desa yang disesuaikan dengan potensi lokal, bukan penunjukan sepihak. Pengelolaan usaha yang diajukan kepala desa fleksibel, bisa dilakukan secara swakelola, bekerja sama dengan kelompok masyarakat, koperasi hingga badan usaha milik desa (Bumdes).
Melalui program tematik ini, kata Hamdi, Pemprov NTB berharap roda ekonomi desa terus bergulir secara berkelanjutan melampaui tahun 2026. Target jangka panjangnya adalah memunculkan identitas dan klaster khusus berdasarkan keunggulan wilayah.
"Kita harapkan nanti jangka panjangnya muncul Desa Unggas, Desa Cabai, Desa Hortikultura hingga Desa Penggemukan Sapi. Jadi identitas dan potensi tiap desa itu akan kelihatan," tambah Hamdi.
Terkait progres pencairan, sudah ada 140 desa yang mengambil tema tunggal dan telah mendapatkan rekomendasi dari dinas teknis. Desa-desa ini langsung diarahkan untuk melengkapi berkas usulan pencairan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB.
Sementara itu, untuk 90 lebih desa yang memilih tema kombinasi (seperti gabungan peternakan dan pertanian), pihak dinas masih melakukan sinkronisasi dan perpaduan data rekomendasi.
"Bulan ini dan bulan depan sudah mulai cair. Ada yang sedang diverifikasi, ada yang kita minta kelengkapan berkasnya, dan ada juga yang sudah masuk di BPKAD untuk proses pencairan," tegas Hamdi.
Simak Video "Video Terkuak Motif Anak Durhaka Bunuh-Bakar Ibu di Mataram"
(hsa/hsa)