detikBali

Dana Desa Berdaya Mulai Cair, Tiap Desa Bisa Dapat Rp 300-500 Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Dana Desa Berdaya Mulai Cair, Tiap Desa Bisa Dapat Rp 300-500 Juta


Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kumpulkan 257 kepala desa mantapkan pendistribusian dana Program Desa Berdaya senilai Rp 128 miliar di Mataram, Senin (25/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kumpulkan 257 kepala desa mantapkan pendistribusian dana Program Desa Berdaya senilai Rp 128 miliar di Mataram, Senin (25/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai mencairkan dana program Desa Berdaya senilai Rp 128 miliar untuk 257 desa dan kelurahan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan penggunaan dana Rp 300-500 juta per desa itu bakal diawasi ketat agar tepat sasaran.

Sebanyak 217 desa tematik menerima bantuan Rp 300 juta, sedangkan 40 desa transformatif mendapat Rp 500 juta. Dana segar tersebut digunakan untuk mendukung program pangan, pariwisata, lingkungan, hingga pengembangan ekonomi desa.

"Jadi ada 217 desa tematik dapat bantuan Rp 300 juta dan 40 desa transformatif mendapatkan bantuan Rp 500 juta," ujar Iqbal saat memberi sambutan Bantuan Keuangan Khusus program Desa Berdaya Tematik di Mataram, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal memastikan bantuan dana Desa Berdaya ini tidak dalam bentuk program, melainkan dana segar. Dana ini akan digelontorkan sesuai dengan permintaan pemerintah desa setelah mengajukan proposal setelah melakukan rapat musyawarah desa (musdes).

"Jadi kami ingatkan, kalau gagal tidak akan dilanjutkan. Banyak bilang desa tidak amanah. Tapi kami percaya dana Rp 300 juta ini harus punya dampak di tengah masyarakat," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Iqbal menegaskan Pemprov NTB akan memeriksa seluruh proposal yang diajukan pemerintah desa sebagai syarat pencairan dana tersebut. Dia mengaku pemilihan program yang tepat di desa harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di desa.

"Artinya pemilihan programnya itu adalah program yang nanti akan berdampak untuk pembangunan sosial ekonomi di desa-desa. Pembangunan sosial ekonomi yang akan menghasilkan penurunan kemiskinan lah. Jadi sesuai juga dengan menu program yang sudah disiapkan di sana," tegas Eks Dubes Indonesia untuk Turki itu.

Gubernur kelahiran Praya, Lombok Tengah, ini mengatakan pengelolaan keuangan dana Desa Berdaya harus dilakukan bisa sebaik mungkin. Semua kepala desa diminta untuk tetap tertib administrasi mulai dari perencanaan hingga eksekusi anggaran.

"Sehingga nanti tidak menjadi masalah di kemudian hari. Tapi kami yakin, saya yakin, bahwa teman-teman kepala desa bisa mengelola keuangan itu dengan baik," tegasnya.

Untuk menjaga agar dana digunakan secara tepat sasaran, Iqbal menuntut semua kepala desa yang mendapat bantuan mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan mekanisme penggunaannya. Penggunaan dana program Desa Berdaya harus melalui musdes dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di desa tersebut.

"Kami minta semua diajak bicara mengenai kebutuhannya yang memang menjadi kesepakatan bersama. Lalu itu diajukan ke kita, nanti kita direview lagi. Nah proses review ini kita lihat apa sesuai dengan kebutuhan desa tersebut atau tidak. Baru kemudian kita buat perjanjian bahwa kita akan transfer uang sejumlah itu untuk digunakan untuk kepentingan A, B, C, D," katanya.

Iqbal memastikan dana program Desa Berdaya tematik ini tidak bebas digunakan oleh kepala desa. Kepala desa akan mengelola keuangan tersebut secara langsung sesuai dengan kebutuhan desa.

"Teman kebupaten juga ikut mengawasi sama-sama. Kemudian dari kader pendamping yang ada di desa juga ikut mengawasi. Provinsi ikut mengawasi. Semua kita sama-sama mengawasi," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, proses alokasi dana program Desa Berdaya tersebut dimulai dari bawah desa ke pemerintah. Setelah menyusun program dari musyawarah desa dan nanti itu yang mereka telola sendiri uangnya.

"Kita juga sudah siapin buku pedoman yang isinya menu-menu jenis-jenis program. Mau paket ayam petelur, mau desa wisata itu sudah ada menunya semua. Itu lain lagi urusannya," katanya.

Iqbal pun mewanti-wanti jika ada program fiktif yang diusulkan oleh desa akan menjadi catatan. "Tapi kita tidak boleh berspekulasi. Kami berikan kepercayaan. Dan sudah kita susun mekanisme pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangannya dan pelatihan ini m jadi bekal mereka untuk memastikan bisa mengelola uang itu dengan baik," tandas Iqbal.

Terpisah, Kepala Desa Sintung, Lombok Tengah, Herman, mengatakan bahwa bantuan dana program Desa Berdaya sebesar Rp 300 juta ini bakal digunakan untuk memperbaiki pembangunan fisik untuk mendukung kegiatan pertanian dan pariwisata di desanya.

"Kami akan pakai poles wisata Sintung Park untuk buat penerangan dan keamanan. Dan kami harap program jni tetap bergulir setiap tahun," tandasnya.



(nor/nor)










Hide Ads