Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mulai mencairkan janji politiknya dengan menggelontorkan bantuan Rp 300 juta hingga Rp 500 juta ke desa-desa miskin melalui program Desa Berdaya. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis desa.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis usai musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027.
Program ini merupakan janji politik pasangan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda). Pada tahap awal, bantuan disalurkan ke desa kategori miskin ekstrem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Janji politik saya akan memberikan bantuan Rp 300 juta- Rp 500 juta kepada desa. Hari ini saya bayar janji itu diberikan ke 106 desa miskin ektrem secara bertahap," kata Iqbal, Kamis (16/4/2026).
Iqbal menegaskan, pembangunan harus dimulai dari desa sesuai misi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kemiskinan masih menjadi persoalan utama di NTB yang harus diselesaikan dari level desa.
"Kalau tidak kita selesaikan akan menghambat pembangunan, karena itu dibuat program Desa Berdaya," ujarnya.
Selain bantuan untuk desa, Pemprov NTB juga mengucurkan bantuan berbasis kepala keluarga (KK) sebesar Rp 7 juta. Bantuan ini menyasar keluarga miskin ekstrem agar bisa lebih produktif dengan pendampingan pemerintah.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu juga mengumpulkan kepala desa se-NTB untuk sosialisasi program. Desa Berdaya terdiri dari Desa Berdaya Tematik dan Transformatif.
Iqbal meminta desa penerima program memusyawarahkan rencana kegiatan sebelum bantuan ditransfer ke rekening desa.
Desa Berdaya Tematik diperuntukkan bagi desa miskin absolut, sedangkan Desa Berdaya Transformatif menyasar desa miskin ekstrem yang saat ini berjumlah 106 desa di NTB.
Kepala Desa Saneo, Kecamatan Woja, Dompu, Rustam M Said, menyambut bantuan tersebut di tengah pemangkasan anggaran dana desa (ADD) dari pemerintah pusat. Desa Saneo menerima bantuan Rp 500 juta dari Pemprov NTB.
Bantuan itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan ketahanan pangan dan pariwisata. Desa Saneo diketahui memiliki potensi peternakan dan objek wisata air terjun.
"Nanti pendamping desa yang mengaturnya, bisa untuk ternak atau rehab rumahnya kami tidak tahu. Kebetulan di desa kami ada air terjun," kata Rustam.
Berdasarkan verifikasi pendamping desa, terdapat 50 KK kategori miskin ekstrem di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Rustam berharap bantuan ini dapat mendorong kemajuan desa.
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti menyebut, pada 2026 program Desa Berdaya akan menyasar 256 desa. Rinciannya, 216 desa kategori miskin absolut dan 40 desa kategori miskin ekstrem.
"Kan target kita adalah sampai 2029 itu bisa sasar semua desa 1.166 desa ini dapat semua. Hanya saja kita bagi dulu per tahunnya karena sesuai kemampuan fiskal. Jadi untuk tahun ini kita targetkan 256 desa," kata Nelly, Kamis (15/4/2026).
Setiap desa akan menerima bantuan Rp 300 juta hingga Rp 500 juta yang bersumber dari APBD NTB 2026 dengan total anggaran Rp 128 miliar.
Menurut Nelly, desa kategori miskin absolut dalam program Desa Berdaya Tematik mendapatkan Rp 300 juta per desa. Sementara desa kategori miskin ekstrem dalam program Desa Berdaya Transformatif memperoleh Rp 500 juta per desa.
"Sedangkan Rp 200 juta adalah bentuk rumah tidak layak huni," jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan pengelolaan persampahan lingkungan.
Pemprov NTB juga memberi keleluasaan kepada pemerintah desa untuk menyusun rencana penggunaan anggaran melalui musyawarah desa.
(dpw/dpw)










































