Banyak kerajaan di nusantara yang berdikari dan memerintah wilayahnya dengan penuh. Salah satu kerajaan yang sebetulnya masih eksis hingga kini adalah Kesultanan Bima. Meski tidak lagi berkuasa seperti dahulu, jejak peradaban Kesultanan Bima menarik untuk ditelusuri.
Bagaimana sejarah kerajaan bercorak Islam terbesar di NTB ini? Simak selengkapnya!
Berdirinya Kerajaan Bima
Masyarakat Bima dahulu hidup dengan sistem pemerintahan federal yang masing-masing wilayah berdiri tanpa komando pusat. Mereka yang memegang kuasa adalah Ncuhi dan kepercayaan yang dianut pun masih menyembah kepada leluhur. Agama tradisional ini disebut sebagai Marapu.
Hingga kemudian hari, datanglah seorang tokoh dari Jawa beragama Hindu yang disebut Sang Bhima. Tokoh ini mengenalkan agama Hindu dan menyatukan seluruh wilayah yang dikuasai Ncuhi dalam bingkai kerajaan bercorak Hindu. Negara yang dipimpin olehnya lantas dinamakan sebagai Kerajaan Bima.
Kerajaan Bima menjadi negara yang berdaulat selama ratusan tahun di Pulau Sumbawa. Hingga pada tahun 1621 Masehi, kerajaan ini mengalami perubahan sebagai sebuah kesultanan.
Simak Video "Video RI Siapkan 15 Cagar Budaya untuk Diajukan Jadi Warisan Dunia UNESCO"
(hsa/iws)