detikBali

Nyoman Parta Harap Kapolri Baru Berantas Praktik Nominee di Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nyoman Parta Harap Kapolri Baru Berantas Praktik Nominee di Bali


Sui Suadnyana, Rizki Setyo - detikBali

Anggota DPR RI I Nyoman Parta saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Foto: Anggota DPR RI I Nyoman Parta saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mempunyai sejumlah harapan terhadap Suyudi Ario Seto. Suyudi resmi berpangkat jenderal dan menjadi Kapolri baru setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (1/10/2026). Salah satu harapan Parta terhadap Kapolri baru adalah memberantas praktik nominee di Bali.

"Tertibkan dan berantas praktik nominee yang digunakan untuk mengakali hukum. Dalam konteks Bali, perlu diberikan pada penggunaan nama warga Indonesia untuk menyamarkan penguasaan tanah atau usaha oleh pihak lain," kata Parta kepada detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Parta, praktik semacam ini harus diperiksa secara serius. Identitas yang tercantum dalam dokumen perlu ditelusuri bersama sumber dana, pengendalian sebenarnya, dan tujuan perjanjiannya.

"Jangan berhenti pada nama yang terlihat di permukaan. Saya berharap Kapolri memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum lainnya apabila ditemukan unsur pidana, proses sesuai bukti," tegas Parta.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Parta mengatakan masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi agar memahami risiko meminjamkan identitas dan nama. Jangan sampai diiming-imingi imbalan besar sesaat membuat masyarakat menanggung sengketa, kewajiban atau kehilangan kendali atas aset yang tercatat atas namanya.

Bali, tegas Parta, terbuka terhadap investasi yang sah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Asalkan, keterbukaan harus berjalan bersama-sama dengan kepatuhan terhadap hukum hingga perlindungan hak warga dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Selain itu, Parta juga berpesan kepada Suyudi agar meneladani Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng adalah Kapolri yang dikenal dengan kejujuran, kesederhanaan, dan ketangguhannya menjaga integritas.

Parta juga meminta Suyudi mewujudkan polisi yang profesional, transparan, dan dapat dipercaya. Suyudi harus dapat menghapuskan kesan berurusan dengan polisi adalah hal yang ruwet.

"Orang yang datang melapor perlu didengarkan. Korban kejahatan membutuhkan pertolongan dan kepastian tindak lanjut. Masyarakat yang mengurus pelayanan harus mengetahui persyaratan, biaya resmi jika ada, serta waktu penyelesaian," ungkap Parta.

Pria asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, itu mewanti-wanti kepada Suyudi agar masyarakat tak harus mempunyai 'kenalan' terlebih dahulu agar laporannya dapat diproses lebih cepat.

Pesan lain yang disampaikan Parta adalah soal komitmen dalam pemberantasan narkoba. Parta berharap besar pengalaman Suyudi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat dijadikan bekal dalam memberantas narkoba.

"Saya berharap pemberantasan narkoba menjangkau bandar, pengendali jaringan, aliran dana, dan pihak-pihak yang melindunginya. Penegakan hukum harus mampu memutus jaringan serta mengurangi ruang geraknya," jelas Parta.

"Saya berharap Komjen Suyudi Ario Seto menjawab amanah ini dengan keteladanan dan kerja nyata. Hadirkan polisi yang tegas terhadap kejahatan, bersih dalam menjalankan kewenangan, dan manusiawi dalam melayani," pinta politikus PDIP itu.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads