Empat orang yang merupakan satu keluarga tewas dalam insiden kebakaran bangunan nonpermanen di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi mengungkap api berasal dari tungku di bawah lapak jualan milik keluarga tersebut.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari sebuah tungku yang digunakan untuk masak, itu masih ada api," ungkap Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa kepada detikBali, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat korban tewas dalam insiden kebakaran itu terdiri dari Kristanto Huruday (33) dan istrinya Elisabeth Utu Lendi (30). Kemudian anak kandung mereka bernama Stella Ndah Ngana (9) serta seorang keponakan, Aneta Widiantary Padji Tuka (2).
Gede menjelaskan pasangan suami istri yang tewas itu sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur dan bahan bakar minyak (BBM) eceran di lapak tersebut. Polisi menduga minyak dalam botol kemasan yang dijual itu membuat api dengan cepat membakar bangunan nonpermanen tersebut.
Meski demikian, Gede menegaskan penyebab pasti kebakaran hebat itu masih perlu melalui uji laboratorium forensik (labfor). Ia memastikan peristiwa itu tidak melibatkan orang lain yang sengaja membakar bangunan nonpermanen tersebut.
"Sampai saat ini penyelidikannya belum terungkap. Jadi, yang jelas tidak ada orang lain yang sengaja bakar," jelas Gede.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga tewas akibat kebakaran di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, NTT, pada Kamis (4/6). Kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 03.40 Wita. Api dengan cepat melalap bangunan nonpermanen berukuran sekitar 3x4 meter persegi yang terbuat dari kayu itu.
(iws/iws)










































