detikBali
Round Up

6 Fakta Cekcok Sintya Tailor Vs Pelanggan di Bali Berujung Ucapan SARA

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

6 Fakta Cekcok Sintya Tailor Vs Pelanggan di Bali Berujung Ucapan SARA


Agus Eka - detikBali

Tangkapan layar video viral cekcok antara seorang pelanggan perempuan dengan tukang jahit di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video viral cekcok antara seorang pelanggan perempuan dengan tukang jahit di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Denpasar -

Cekcok antara pemilik usaha Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, dengan seorang pelanggan perempuan di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, menghebohkan jagat maya. Video pertengkaran keduanya viral setelah memperlihatkan adu mulut yang disertai ucapan bernada SARA, makian, hingga dugaan pengancaman.

Berikut fakta-fakta cekcok Bu Sintya dan pelanggannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi yang Viral

Berdasarkan video viral yang beredar, cekcok bermula dari pengakuan pelanggan yang menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan pada 30 Juni 2026. Pelanggan mengeklaim tukang jahit itu telah menyanggupi pakaian selesai keesokan harinya, 1 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Namun, saat didatangi sesuai waktu yang dijanjikan, pakaian tersebut ternyata belum digarap. Janji demi janji penyelesaian pada hari berikutnya pun diduga tidak ditepati hingga membuat pelanggan tersebut kecewa dan meminta pakaian serta uangnya dikembalikan.

Situasi menjadi memanas ketika permintaan pelanggan ditolak. Masih dalam video tersebut, tukang jahit itu diduga melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Bali.

Bahkan, penjahit itu diduga mengancam akan mendatangkan tukang pukul untuk menghajar pelanggan perempuan itu. Selain ancaman verbal, pelanggan juga mengaku disiram sisa makanan dan diancam menggunakan tongkat.

Sementara itu, video lain menunjukkan klarifikasi dari ibu-ibu paruh baya itu. Penjahit berdalih pelanggan datang saat ia sedang makan sore dan menolak saat diminta menunggu selama 15 menit.

Menurutnya, pelanggan bersikap tidak sabar dan kasar kepada orang tua. Ia juga menyayangkan video peristiwa yang terjadi sekitar tiga pekan lalu itu baru diviralkan saat ini. Tukang jahit itu mengetahui video cekcok tersebut setelah diberi tahu oleh anaknya.

Bu Sintya Ngaku Dicaci Lebih Dulu

Bu Sintya menjelaskan emosinya terpancing karena ia mengaku dicaci maki lebih dulu saat dirinya sedang makan. Ia merasa menerima perlakuan tidak sopan dari pelanggan yang berusia jauh lebih muda.

"Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Saya sudah minta maaf dan minta biar menunggu 15 menit saja, tapi dia tidak sabar. Sudah tua malah tiang dimarahi," tutur Bu Sintya, Sabtu.

Tuduhan sepihak dari rekaman video yang terlanjur viral tersebut diakui Bu Sintya sangat mengejutkan dan membuat hatinya terluka. Ia mengaku tidak menyadari jika tindakan spontannya saat beradu argumen diam-diam direkam oleh sang pelanggan.

"Benar-benar tidak menyangka masalahnya sampai membesar begini. Saat kejadian itu, ibu sama sekali tidak tahu, nggak rungu (tidak sadar) sedang direkam," sesal Bu Sintya.

"Kalau tiang nggak diserang duluan, nggak mungkin tiang sampai membalas balik pelanggan seperti itu. Saat memarahi tiang itu, sayangnya nggak sempat terekam kamera," sambung Bu Sintya.

Akui Ada Keterlambatan Pesanan

Ia mengakui ada keterlambatan pengerjaan pesanan sesuai dengan yang terjadi di video viral tersebut. Pelanggan perempuan tersebut, kata Sintya, membawa tiga stel kemeja kerja pria yang disebut milik pacar yang bersangkutan, serta satu kemeja kerja milik perempuan itu sendiri.

Pesanan itu, kata Sintya, sudah dikerjakan bertahap. Namun beberapa baju yang semestinya diservis, diakui belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk.

"Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," lanjutnya.

Ongkos Servis Baju Rp 75 Ribu

Bu Sintya juga memaparkan total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik kekasih pelanggan tersebut sebenarnya mencapai Rp 75.000. Yang mana biaya servis berupa potong dan perbaikan jahit masing-masing Rp 25.000, sedangkan milik si pelanggan perempuan hanya Rp 10.000.

"Punya pacarnya itu tiga baju untuk mengecilkan badan dan potong bagian bawah karena kepanjangan, ongkosnya Rp 25.000 per baju. Sementara yang cewek itu servis pasang kancing yang lepas aja harga Rp 10.000," rinci Sintya.

Sebut Ucapan Spontan Karena Emosi

Bu Sintya mengakui telah melontarkan kata-kata kasar saat berselisih dengan pelanggan. Namun, ia menegaskan ucapan tersebut keluar secara spontan karena terbawa emosi.

"Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," ujar Bu Sintya saat ditemui detikBali, Sabtu (18/7/2026).

Sementara itu, Bu Sintya menyadari amarahnya hingga melontarkan kata kasar dan berbau SARA hanya spontan akibat kekesalannya. Ia menyebut tidak berniat melakukan pengancaman, bahkan emosinya diakui hanya sesaat.

Klaim Sudah Saling Memaafkan

Sesaat setelah cekcok itu, Bu Sintya mengaku bertemu pacar perempuan itu dan saling bermaafan. Ketika itulah, Bu Sintya langsung menyerahkan kemeja yang sudah diservis, bahkan satu kemeja milik pelanggan perempuan belum diambil hingga kini.

"Saya sudah minta maaf ke pacarnya, begitu sebaliknya. Tapi yang bersangkutan pergi duluan. Saya bilang, saya nggak ada siram pakai air sisa makanan ke ceweknya itu. Saya bilang, kalau saya siram, bajunya pasti basah. Tapi di video, saya dituduh menyiram," tuturnya.

Apapun itu, ia menyadari perkataannya kepada pelanggan adalah tindakan salah sehingga membuat gaduh masyarakat. Perempuan yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia konveksi ini berjanji akan bersikap lebih hati-hati dan lebih sabar saat situasi apapun. "Nggih semoga aja berlalu dan saya tetap jalani usaha," tukasnya.

(nor/nor)











Hide Ads