detikBali

Pedagang Kurban di Mataram Diminta Geser Lapak dari Trotoar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pedagang Kurban di Mataram Diminta Geser Lapak dari Trotoar


Nathea Citra - detikBali

Beberapa lapak hewan kurban yang menggunakan trotoar hingga badan Jalan di Kota Mataram, Minggu (24/5/2026).
Beberapa lapak hewan kurban yang menggunakan trotoar hingga badan Jalan di Kota Mataram, Minggu (24/5/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Satpol PP Kota Mataram memperingatkan pedagang hewan kurban yang menggelar lapak di atas trotoar dan badan jalan agar segera menggeser dagangannya ke lahan kosong. Sejumlah titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Dakota, Jalan Majapahit, Jalan Langko, hingga Kekalik.

Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi memastikan pihaknya akan melakukan penyisiran, khususnya di kawasan Dakota hingga Jalan Majapahit.

"Ini kan musiman, walaupun musiman bukan berarti mereka boleh seenaknya, kami akan patroli untuk mengingatkan," katanya, Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irwan menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak melarang pedagang hewan kurban mencari rezeki menjelang Idul Adha. Namun, aktivitas ekonomi itu diminta tetap mematuhi aturan dan tidak mengganggu hak pejalan kaki maupun pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

"Kita persilakan mereka berusaha, tetapi bukan berarti membenarkan kalau mereka menggunakan badan jalan, trotoar, maupun saluran," tegas Irwan.

Sejauh ini, Satpol PP Mataram telah menemukan sejumlah titik pelanggaran di beberapa ruas jalan protokol, di antaranya kawasan Pahlawan dan Jalan Langko. Di lokasi tersebut, petugas telah lebih dulu memberikan teguran langsung kepada pemilik lapak.

"Ada di beberapa tempat sudah kita ingatkan, (kami minta) untuk lebih mundur. Prinsipnya, kita membijaki, tetapi jangan sampai di atas trotoar. Mundur sedikitlah, kan pasti ada lahan kosong di belakangnya," terangnya.

Menurut Irwan, langkah persuasif itu mendapat respons baik dari sejumlah pedagang hewan kurban di Mataram. Beberapa lapak yang terindikasi menyalahgunakan trotoar mulai memundurkan dagangannya.

"Ada sebagian yang sudah mundur. Kotoran (hewan kurban memberi) dampak di sana, ada kerusakan juga karena mobilisasi kendaraan yang mengangkut," katanya.




(dpw/dpw)










Hide Ads