detikBali

Bupati Bentuk Satgas Wisata Bahari Labuan Bajo, Bunaken Jadi Pelajaran

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati Bentuk Satgas Wisata Bahari Labuan Bajo, Bunaken Jadi Pelajaran


Ambrosius Ardin - detikBali

Sosialisasi Satgas Wisata Bahari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/5/2026).
Sosialisasi Satgas Wisata Bahari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dok. Kominfo Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penguatan Sinergi Penyelenggaraan Wisata Bahari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satgas yang melibatkan berbagai instansi itu akan mengatur sekaligus mengawasi berbagai aspek wisata bahari di wilayah tersebut.

"Keberadaan Satgas ini menjadi instrumen penting untuk mencegah penurunan kualitas destinasi wisata, mengambil pelajaran dari pengalaman destinasi wisata lain yang mengalami kemunduran akibat tata kelola yang kurang optimal," kata Edi Endi saat memimpin rapat sosialisasi Satgas tersebut di Labuan Bajo, Kamis (21/5/2026).

Edi Endi menegaskan pentingnya menjaga ekosistem pariwisata melalui sistem tata kelola yang matang. Ia mencontohkan wisata bahari Bunaken di Manado yang dahulu ramai dikunjungi wisatawan, namun kini mengalami penurunan drastis akibat kerusakan terumbu karang dan hilangnya daya tarik alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai terjadi di Labuan Bajo, Manggarai Barat," tegas Edi Endi.

ADVERTISEMENT

Bupati juga menyampaikan filosofi perbedaan antara pariwisata dan pertambangan. "Pariwisata itu kalau tambang itu kan ada periodisasinya, kalau dikeruk terus maka depositnya akan berkurang, tapi pariwisata kapan dijaga maka dia tambah bersinar. Tugas kita itu bagaimana supaya pariwisata ini tetap bersinar," terang Edi Endi.

Satgas ini akan mengawasi dan mengatur delapan aspek utama dalam penyelenggaraan wisata bahari di Manggarai Barat. Delapan aspek tersebut meliputi tata kelola kapal wisata, resort atau usaha akomodasi wisata bahari, serta kegiatan budidaya perikanan di kawasan wisata bahari.

Selain itu, satgas juga akan mengawasi usaha perjalanan wisata (travel agent), penyelenggara perjalanan wisata (tour operator), pramuwisata (tour guide), penyelenggara kegiatan penyelaman (dive operator), serta kegiatan olahraga air.

Satgas ini mengedepankan prinsip kolaborasi lintas instansi dengan melibatkan KSOP, Polairud, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Imigrasi. Setiap instansi akan menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangan masing-masing, namun bekerja secara terkoordinasi dan terintegrasi dalam satu wadah satgas.

"Kita tidak sedang overlapping tugas instansi lain, tapi kita melaksanakan tugas kita masing-masing secara bersama-sama," tegasnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads