detikBali

Disdikpora NTB Minta Kasus Raba Payudara di SMK 1 Kopang Tak Dibawa ke Hukum

Terpopuler Koleksi Pilihan

Disdikpora NTB Minta Kasus Raba Payudara di SMK 1 Kopang Tak Dibawa ke Hukum


Sui Suadnyana, Edi Suryansyah - detikBali

Kadisdikpora NTB, Syamsul Hadi, dalam salah satu kegiatan di Mataram belum lama ini (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Kadisdikpora NTB, Syamsul Hadi, dalam salah satu kegiatan di Mataram belum lama ini (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong agar persoalan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kopang, Lombok Tengah, yang viral meraba payudara teman perempuan tak dibawa ke ranah hukum. Disdikpora NTB meminta agar kejadian itu diselesaikan secara kekeluargaan di sekolah.

"Kami berharap jika bisa diselesaikan secara kekeluargaan," kata Kepala Disdikpora NTB, Syamsul Hadi, kepada detikBali, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Syamsul menyayangkan adanya kejadian viral yang memperlihatkan seorang siswa meraba payudara teman perempuannya tersebut. Ia mengimbau seluruh guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap para murid.

"Kami tetap menyayangkan kejadian tersebut, kami mengimbau para kepala sekolah dan guru meningkatkan pengawasan, pembinaan dan penanaman nilai-nilai karakter yg relevan dengan kultur atau budaya yang berlaku di masyarakat," pinta Syamsul.

ADVERTISEMENT

Syamsul mengatakan Disdikpora NTB telah memerintahkan kepada sekolah untuk turun ke orang tua murid guna melakukan klarifikasi kejadian viral tersebut. Menurut Syamsul, berdasarkan hasil interogasi yang diterima dari sekolah, kejadian itu hanya sebatas candaan, tetapi terlihat berlebihan di gambar.

"Disampaikan bahwa kejadian tersebut diawali dengan bercanda biasa dan yang terlihat di gambar yang viral tidak seekstrim kejadian yang sebenarnya," ujar Syamsul.

Selain itu, Syamsul juga telah memerintahkan bidang terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Syamsul menegaskan kejadian tersebut tak boleh terjadi kembali karena dapat mencoreng nama baik sektor pendidikan di NTB.

"Dan sekolah berjanji akan melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada orang tua dan siswa untuk mengantisipasi agar tidak lagi terjadi seperti pada gambar yang viral tersebut," tegas Syamsul.

Di sisi lain, Syamsul juga akan mengkaji kejadian tersebut murni ulah murid atau memang lemahnya pengawasan dari sekolah. Jika ditemukan bukti adanya keteledoran pengajar, maka Syamsul tak segan-segan memberikan sanksi.

"Setiap kesalahan dan pelanggaran yang terjadi tentu ada tindakan berjenjang. Mulai lisan, tertulis, ringan, sedang dan berat, atau lainnya, sangat tergantung dari tingkat pelanggarannya," jelas Syamsul.

Diberitakan sebelumnya, foto yang memperlihatkan seorang siswa meraba payudara teman perempuannya di ruang kelas viral di medsos. Peristiwa itu diketahui terjadi di SMKN 1 Kopang, Lombok Tengah, NTB.

Berdasarkan foto yang beredar, murid pria tersebut tampak santai saat berdiri sembari mengulurkan tangan kirinya ke arah area sensitif si perempuan. Sontak, siswi yang tubuhnya diraba itu terlihat kaget.




(iws/iws)










Hide Ads