detikBali

Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Level III Siaga

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Level III Siaga


Yurgo Purab - detikBali

Kolom abu Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur saat meletus, Kamis (5/3/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
Kolom abu Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur saat meletus. (ANTARA/HO-Badan Geologi)
Flores Timur -

Gunung Lewotobi Laki-laki berubah status dari Level II waspada menjadi Level III Siaga hari ini, Selasa (12/5/2026), pukul 13.00 Wita.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan peningkatan status dilakukan setelah aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan kenaikan signifikan selama periode 1-11 Mei 2026, terutama pada parameter kegempaan dalam.

Aktivitas tersebut, jelas Lana, didominasi gempa vulkanik dalam (VA) yang mencapai 21-32 kejadian per hari pada awal periode, khususnya pada 1-4 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan VA ini, terang Lana, mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api. Setelah mencapai puncak pada awal Mei, jumlah VA menurun bertahap hingga berkisar 8-12 kejadian per hari menjelang 10 Mei. Namun, jumlah itu masih berada di atas kondisi normal sebelumnya sehingga menunjukkan proses recharge magma masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

"Oleh karena itu, kenaikan Tingkat Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, NTT dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga tanggal 12 Mei 2026 Pukul 13.00 Wita," kata Lana dalam keterangan resmi, Selasa.

Aktivitas Tremor Masih Tinggi

Selain gempa Vulkanik Dalam, aktivitas gempa Tremor Non-Harmonik juga masih terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten selama periode tersebut, yakni berkisar 17-27 kejadian per hari. Bahkan pada 9 Mei jumlahnya meningkat menjadi 27 kejadian.

Dominasi tremor Non-Harmonik ini menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal masih aktif dan mengalami pergerakan secara kontinu. Sementara itu, gempa Low Frequency (LF) masih relatif rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan dari kedalaman mulai memberikan respons di bagian dangkal.

"Aktivitas permukaan belum begitu terlihat kemunculan guguran dan dan hembusan pada beberapa hari pengamatan, terutama tanggal 2-3 Mei dan 6 Mei. Aktivitas ini menunjukkan bahwa tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah," imbuhnya.

Sementara itu, asap solfatara tidak terlihat di pusat kawah dan hanya tampak di bagian barat laut. Aktivitas Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh tercatat fluktuatif, namun tidak menunjukkan pengaruh dominan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik utama selama periode ini.

Pola Aktivitas Mirip Sebelum Erupsi

"Data deformasi dari tiltmeter Wolorona (WLR2) menunjukkan pola yang sangat penting dalam interpretasi aktivitas saat ini. Pada sumbu Y terlihat tren kenaikan yang konsisten dan semakin menguat hingga awal Mei 2026, yang mengindikasikan terjadinya inflasi akibat akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api. Sementara itu, sumbu X menunjukkan tren penurunan progresif yang mengindikasikan adanya perubahan deformasi lateral. Kombinasi antara inflasi WLR2 dan tingginya aktivitas VA menunjukkan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang berada dalam fase pengisian ulang tekanan yang aktif," terangnya.

Lana membandingkan pola historis pada data tahun 2024. Menurutnya, kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum terjadinya erupsi, terutama ditandai peningkatan Vulkanik Dalam (VA) yang diikuti deformasi inflasi dan tremor Harmonik maupun Non-Harmonik tinggi.

Meski demikian, parameter dangkal seperti LF dan Vulkanik Dangkal (VB) masih belum berkembang kuat seperti pada fase eksplosif besar tahun 2025.

"Oleh karena itu, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus terakumulasi dan mulai terdistribusi lebih kuat ke bagian dangkal sistem gunung api," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads