Pemprov NTT Bentuk 5 Tim Khusus Percepatan Program Prioritas Melki-Johni

Simon Selly - detikBali
Rabu, 29 Apr 2026 07:00 WIB
Plt Kabiro Adpim Lery Lupidara, saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (28/4/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk lima tim khusus untuk mempercepat realisasi program prioritas Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Johanis Asadoma (Melki-Johni). Meski sudah mulai bekerja, seluruh tim masih dalam tahap finalisasi dasar hukum.

Pelaksana Tugas Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Lery Lupidara menjelaskan lima tim tersebut terdiri atas Tim Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Transformasi Komunikasi Pemerintahan.

"Semua tim sudah mulai bekerja dan mengambil langkah-langkah sesuai tugas masing-masing. Gagasan besar ini juga tertuang dalam buku Asa dan Rasa yang telah diluncurkan di Aula El Tari," kata Lery Rupidara, Selasa (28/4/2026).

Lery menegaskan legalitas tim sedang disusun dan saat ini draft telah berada di Biro Hukum untuk finalisasi.

"Kami berhati-hati agar seluruh proses memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak sekadar formalitas administratif," ujarnya.

Menurut Lery, penyusunan Surat Keputusan (SK) telah berproses sejak pejabat sebelumnya, namun mengalami sejumlah revisi untuk menyesuaikan arahan terbaru pimpinan daerah.

Ia menyebut Gubernur Laka Lena juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah bergabung dalam lima tim tersebut, meski penerbitan SK masih ditunda sementara.

"Ini penting agar tidak terjadi kesalahan administratif dan semua keputusan benar-benar mencerminkan perintah pimpinan," tambah Lery.

Lery juga menyoroti pentingnya Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu.

"Data adalah rekaman fakta yang kemudian diolah menjadi informasi, dari situ kita bisa menyusun perencanaan yang terarah dan terintegrasi," ujarnya.

Tim ini memiliki tiga fokus utama, yakni memastikan akurasi dan validitas data kemiskinan, mengawal perencanaan program agar terjadi sinergi dan keterpaduan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga mitra pembangunan, serta mendorong keterlibatan berbagai pihak termasuk sektor non-pemerintah.

"Pendekatannya adalah membangun kepedulian sosial dan rasa kebersamaan, agar semua pihak terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan di NTT," kata Lery.

Sementara itu, Kepala BKD NTT Kanisius Mau mengatakan pembentukan lima tim tersebut masih difinalisasi dari sisi legalitas.

"Prosesnya sudah berjalan di Biro Hukum dan sebagian tim sudah mulai bekerja," jelasnya.

Target PAD Rp 2,8 Triliun

Ketua Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Benhard Menoh menargetkan peningkatan PAD hingga Rp 2,8 triliun melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah.

Menurutnya, pajak kendaraan bermotor masih menjadi penyumbang terbesar PAD sehingga optimalisasi sektor ini terus didorong, termasuk melalui penertiban kendaraan dinas dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.

"Kami juga mendorong optimalisasi aset daerah serta menggali potensi retribusi baru untuk meningkatkan PAD," kata Benhard.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan pengelolaan aset dan pendapatan daerah berjalan maksimal dan transparan.

"Kita juga akan bekerjasama dengan pihak kejaksaan untuk mendukung dalam penertiban aset-aset," tambahnya.

Di bidang komunikasi publik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pricila Q. Parera menyampaikan pemerintah memperkuat strategi komunikasi melalui berbagai kanal digital, seperti YouTube, Instagram, dan Facebook.

"Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi informasi serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan," ujar Pricila.

Untuk diketahui, susunan tim tersebut terdiri dari Dr Alfons Teodorus untuk Tim Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dipimpin Djose Nai Buti, Tim Optimalisasi PAD diketuai Benhard Menoh selaku Kepala Badan Keuangan Daerah, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan dipimpin Sylvie Nange, dan Tim Transformasi Komunikasi Pemerintahan diketuai Pricila Parera.



Simak Video "Video Prabowo Panggil Menteri ke Kertanegara Malam-malam, Bahas Apa?"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork