detikBali

Laka Lena Lantik 35 Pejabat Pimpinan OPD NTT, Ingatkan Jangan Gagah-gagahan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Laka Lena Lantik 35 Pejabat Pimpinan OPD NTT, Ingatkan Jangan Gagah-gagahan


Simon Selly - detikBali

Pelantikan 35 pejabat eselon II Pemprov NTT di Kupang, Senin (16/3/2026).
Pelantikan 35 pejabat eselon II Pemprov NTT di Kupang, Senin (16/3/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melantik 35 pejabat eselon II atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Dalam pelantikan itu, Laka Lena mengingatkan jabatan tidak dijadikan ajang gagah-gagahan.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor: 816.2.1/25/BKD.3.2 tentang Pemberhentian, Pengangkatan, dan Pengukuhan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama.

Pelantikan digelar di Aula El Tari Kupang, Senin (16/3/2026). Dalam sambutannya, Laka Lena menegaskan pelantikan harus dimaknai sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelantikan ini jangan dijadikan gagah-gagahan. Mari melihat pelantikan ini menjadi pelayanan bagi masyarakat," tegas Laka Lena.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut para pejabat yang dilantik menjadi ujung tombak pemerintahan Melki-Johni dalam menjalankan berbagai program prioritas.

Laka Lena juga mengingatkan para pimpinan OPD tetap siaga meski memasuki masa libur Hari Raya Idul Fitri.

"Masuk masa libur mungkin besok, pimpinan OPD dan semua pimpinan posisinya on call, karena situasi global dan alam seperti ini maka bila dipanggil kumpulan kita semua harus berkumpul, sesuai arahan dari Bapa Presiden dan Pak Mendagri," terangnya.

Politikus Golkar itu juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, serta terus berinovasi dalam menjalankan tugas.

"Saya berharap saudara-saudara yang dilantik hari ini tetap menjaga profesionalisme, memupuk kreativitas, menjunjung integritas dan terus berinovasi," terangnya.

Ia juga meminta para pejabat membangun kerja sama lintas sektor, baik di internal pemerintahan maupun dengan kabupaten/kota, mitra pembangunan, serta pemerintah pusat.

"Jadilah pemimpin yang memberi teladan, bukan sekadar instruksi. Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan bagi kita untuk bekerja lebih keras dalam menanggulangi berbagai permasalahan yang ada," urai Laka Lena.

Selain itu, OPD diminta mampu mengelola anggaran secara efektif, efisien, jelas, terarah, terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik dalam jabatan baru:

  1. Yusuf Leri Rupidara, jabatan lama Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, jabatan baru Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
  2. Linus Lusi, jabatan lama Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jabatan baru Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
  3. Yohanes Oktavianus, jabatan lama Kadis Peternakan, jabatan baru Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.
  4. Ruth Diana Laiskodat, jabatan lama Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, jabatan baru Kadis Kesehatan dan Dukcapil Provinsi NTT.
  5. Henderina Laiskodat, jabatan lama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, jabatan baru Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTT.
  6. Alexon Lumba, jabatan lama Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, jabatan baru Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Setda.
  7. Alfonsus Theodorus, jabatan lama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi, jabatan baru Kadis Pemuda dan Olahraga.
  8. Silvi Pekujawang, jabatan lama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jabatan baru Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu.
  9. drg. Iin Adriani, jabatan lama Kadis Kesehatan, jabatan baru Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  10. Kanisius Mau, jabatan lama Kadis Sosial, jabatan baru Kepala Badan Kepegawaian.
  11. Yosef Rasi, jabatan lama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jabatan baru Kadisnakertrans.
  12. Doris Rihi, jabatan lama Kabiro Pemerintahan Setda, jabatan baru Kadis Pariwisata.
  13. Frederik Koenunu, jabatan lama Kadis Kominfo, jabatan baru Kadis Perhubungan.
  14. Noldy Pellokila, jabatan lama Kadis Pariwisata, jabatan baru Kaban Kesbangpol.
  15. Sulastri Rasyid, jabatan lama Kadis Kelautan dan Perikanan, jabatan baru Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  16. Pricilia Parera, jabatan lama Kabiro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah, jabatan baru Kadis Kearsipan dan Perpustakaan.
  17. Viktor Manek, jabatan lama Kadis PMD, jabatan baru Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
  18. Adi Mandala, jabatan lama Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, jabatan baru Kadis Kominfo.
  19. Rossy Maria Hedwina, jabatan lama Kadis ESDM, jabatan baru Kadis Sosial.
  20. Mahadin Sibarani, jabatan lama Kadis Perhubungan, jabatan baru Kalak BPBD.
  21. Alex Koro, jabatan lama Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, jabatan baru Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa.
  22. Jose Selestino Naemuti, jabatan lama Kabiro Organisasi, jabatan baru Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa.
  23. Adelino Soares, jabatan lama Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa, jabatan baru Kabiro Organisasi.

12 Pejabat Dikukuhkan

Sebanyak 12 pejabat eselon II lainnya dikukuhkan untuk tetap menduduki jabatan yang sama, yaitu:

  1. Zet Sony Libing, Kadis Perindustrian.
  2. Maxi Nenabu, Kepala Badan Perbatasan.
  3. Ambrosius Kodo, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Petrus Seran Tahuk, Staf Ahli Gubernur.
  5. Benyamin Nahak, Kadis PUPR.
  6. Joas Bily Umbu Wanda, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan.
  7. Benhard Menoh, Kepala Badan Keuangan.
  8. Alfons Watu Raka, Sekretaris DPRD NTT.
  9. Andus Johan, Kasatpol PP.
  10. Agustinus R. Sigasare, Karo Umum.
  11. Selvi Nange, Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan.
  12. dr. Stef Soka, Direktur RSUD Prof. W.Z Johannes Kupang.


(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads