detikBali
Nusra Sepekan

Murid Keracunan MBG, Polisi Timbun Solar, Siswi SMP Disekap-Diperkosa

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nusra Sepekan

Murid Keracunan MBG, Polisi Timbun Solar, Siswi SMP Disekap-Diperkosa


Tim detikBali - detikBali

Satgas MBG Lombok Timur, ketika mengunjungi pasien yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, Jumat (24/4/2026). foto (Dok. Satgas MBG Lombok Timur)
Foto: Satgas MBG Lombok Timur, ketika mengunjungi pasien yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, Jumat (24/4/2026). (Dok. Satgas MBG Lombok Timur)
Daftar Isi
Lombok Timur -

Sejumlah berita dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan banyak sorotan dari pembaca detikBali selama sepekan terakhir. Berbagai berita ini kembali detikBali hadirkan di akhir pekan dalam rubrik Nusra Sepekan.

Berita pertama yang banyak mendapatkan perhatian adalah kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis yang terus berulang. Kejadian siswa-siswi keracunan kali ini terjadi di Lombok Timur, NTB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, ada kasus internal kepolisian yang kembali bermasalah. Kali ini, anggota polisi di Manggarai Timur, NTT, ditangkap. Polisi itu ditangkap lantaran melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan di internal Polri yang tak kunjung berakhir.

Berita ketiga yang mendapatkan sorotan adalah siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Sikka, NTT, yang mengalami penculikan, lalu disekap dan diperkosa berulang kali. Tindakan bejat itu dilakukan oleh pria yang dikenal korban melalui WhatsApp.

ADVERTISEMENT

Berikut berita selengkapnya.

Puluhan Murid di Lombok Timur Keracunan MBG

Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiah (MI) Yadinu Banok di Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, dilarikan ke Puskesmas setelah diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Para siswa mendadak mual dan muntah tak lama setelah menyantap menu yang dibagikan di sekolah.

"Sekitar pukul sembilan pagi kami menerima MBG. Setelah 15 menit, mulai terasa mual dan sakit perut," kata Baiq Namira Fitri, salah seorang siswi, ditemui detikBali, Jumat (24/4/2026).

Namira menyebut menu MBG yang diterima berupa bihun, telur goreng, susu, dan buah pisang. "Mi bihun dicampur pakai sayuran juga, sudah agak berubah rasanya," terang Namira

Gejala yang dialami siswa membuat pihak sekolah bergerak cepat. Penanganan awal sempat dilakukan dengan memberikan air kelapa muda, tetapi kondisi siswa tak kunjung membaik.

"Sempat kami memberikan kelapa muda ke siswa kami, tetapi tidak juga berubah kondisinya makanya kami memutuskan untuk dibawa ke Puskesmas saja," ujar Kepala Sekolah MI Yadinu Banok, Lalu Imran.

Sekitar 20 siswa dari sekolah tersebut kemudian dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans dan sepeda motor karena keterbatasan kapasitas.

"Karena nggak muat di ambulans kami pakai motor, kami kasih tahu juga para orang tua siswa," terang Lalu Imran

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi, mengatakan para siswa yang mengalami keracunan berasal dari dua sekolah. Dari total 21 siswa yang dibawa ke Puskesmas, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

"Masih ada satu yang kami rawat diberikan infus karena kondisinya masih belum pulih, sempat muntah-muntah juga, sisanya karena sudah membaik kami izinkan untuk pulang," terang Suhamdi.

Korban dugaan keracunan MBG hingga dilaporkan terus bertambah. Hingga Minggu (26/4/2026), jumlah keseluruhan 51 orang dengan rincian 1 orang ibu hamil dan 50 orang siswa dari sekolah berbeda. Mereka mengeluhkan mual dan juga sakit perut.

"Sampai pagi kemarin sebanyak 15 orang siswa yang datang dengan keluhan yang sama dengan pasien sebelumnya," beber Suhamdi.

Adapun, dari 51 orang tersebut sebanyak 7 orang yang mendapatkan perawatan intensif dengan dilakukan rawat inap, termasuk satu ibu hamil. Namun, sebanyak 5 orang telah diperbolehkan pulang dan 2 lainnya masih menjalani perawatan.

Suhamdi memerinci dari 51 orang tersebut sebanyak 7 orang pasien sempat mendapatkan perawatan intensif. Namun, sebagian dari mereka telah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

"Jumlah kasus keracunan makanan yang kami terima 51 orang, sedangkan yang kami rawat dari 7 orang kemarin, sudah kami pulangkan 5 orang dan sisanya tinggal 2 orang," papar Suhamdi.

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jurit Baru setelah adanya insiden keracunan tersebut. Penghentian operasional sementara SPPG tersebut setelah BGN mengeluarkan surat pada Sabtu, 25 April 2026, Nomor 1928/D.TWS/04/2026, terkait pemberhentian operasional sementara SPPG Jurit Baru.

Dijelaskan dalam surat itu, keputusan penutupan sementara ini setelah adanya laporan Koordinator Regional Provinsi NTB terkait kejadian gangguan pencernaan yang terjadi pada Jumat (24/4/2026).

Tak hanya penghentian operasional, dalam surat tersebut, BGN juga merekomendasikan pemberhentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG yang bersangkutan selama masa investigasi berlangsung.

Selain itu, pihak SPPG diwajibkan untuk segera menyelesaikan seluruh proses pembayaran yang menggunakan virtual account (VA) dalam waktu 1x24 jam untuk periode operasional sebelum surat diterbitkan.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN NTB, Eko Prasetyo, menjelaskan penutupan sementara operasional SPPG tersebut dilakukan hingga waktu tidak ditentukan. Penutupan sementara ini dilakukan untuk evaluasi dan juga menunggu hasil laboratorium dari sampel menu MBG yang diterima siswa.

"Dalam waktu yang tidak ditetapkan sampai menunggu hasil lab, evaluasi dan perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan," jelas Eko, dikonfirmasi detikBali, via pesan WhatsApp.

Polisi di Manggarai Timur Ditangkap gegara Timbun BBM

Anggota Polres Manggarai Timur, Bripka Jefri alias Jelo, ditangkap terkait dugaan penimbunan BBM subsidi jenis solar. Penangkapan itu terjadi di ruas Jalan Ruteng-Labuan Bajo, Kamis (16/4/2026).

Informasi yang dihimpun detikBali, Jefri merupakan anggota Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Manggarai Timur. Saat ini, ia sudah diamankan di Bidpropam Polda NTT untuk proses hukum selanjutnya.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh Unit Tipidter Satreskrim Polres Manggarai dengan mengamankan satu dump truck yang berisi solar subsidi berjumlah tiga ton yang diduga milik Jefri.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto mengatakan kasus tersebut sedang dalam penyelidikan oleh Bidpropam Polda NTT. Menurutnya, kasus tersebut juga merupakan pengembangan dari Polres Manggarai.

"Benar atau tidaknya, itu masih didalami oleh Propam Polda NTT bila terkait anggota. (Kasus itu kan) pengembangan dari Polres Manggarai kan ini," kata Haryanto kepada detikBali, Jumat (24/4/2026).

Haryanto menjelaskan beberapa hari lalu juga anggota Bidpropam Polda NTT sudah mengambil keterangan terhadap Jefri. "Kemarin ada anggota Polda NTT yang ambil keterangan dari yang bersangkutan," pungkas Haryanto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra yang dikonfirmasi detikBali meminta agar menghubungi langsung kepada Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto.

"Coba langsung ke Kapolres (Manggarai Timur)," ujar Henry sembari mengirim nomor kontak AKBP Haryanto.

Kabid Propam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana belum merespons permintaan konfirmasi detikBali, terkait Jefri sudah diamankan oleh Bidpropam Polda NTT.

Siswi SMP di Sikka Diculik, Disekap, dan Diperkosa Pria Kenalan WhatsApp

Siswi kelas IX SMP di Dompu, NTB, inisial NM, diculik oleh pria yang dikenalnya lewat WhatsApp. Remaja berusia 14 tahun itu kemudian disekap selama sembilan hari di sebuah rumah kosong.

NM mengungkapkan teah tiga kali diperkosa dan dilecehkan oleh pelaku selama disekap di rumah kosong. Ia diancam akan dibunuh jika tidak menuruti hawa nafsu pelaku.

"Sebanyak tiga kali (diperkosa). Dia selalu mengancam akan membunuh saya jika berteriak," ungkap NM di Polres Dompu, Rabu (22/5/2026) malam.

NM awalnya mengenal pelaku ketika dihubungi nomor tak dikenal di akun WhatsApp-nya. NM bahkan tidak mengetahui identitas pelaku. Dia hanya mengetahui nama panggilan lelaki itu dengan sebutan Reka.

Remaja itu kemudian selalu berkomunikasi dengan kenalannya itu. Pelaku akhirnya mengajak NM jalan-jalan dan traktir bakso bersama dengan teman-teman korban.

NM yang masih polos mengikuti ajakan pelaku dan memintanya agar dijemput di sebuah gang tak jauh dari rumahnya. Mereka pun pergi dengan mengendarai motor.

Namun, bukannya pergi ke tempat tujuan, pelaku justru membawa korban ke sebuah rumah kosong yang hanya ditinggali oleh pelaku seorang diri. Di rumah itulah NM disekap dan diperkosa.

"Katanya pergi makan bakso, ada teman saya juga yang sudah tunggu. Tetapi, justru saya dibawa ke rumahnya di dekat sawah. Saya selalu diancam kalau berusaha kabur," ungkap NM.

Selama penyekapan, pelaku selalu mengancam NM akan menganiaya, bahkan akan membunuh korban kalau berusaha kabur dan berteriak meminta tolong. Aktivitas NM selalu diawali oleh pelaku sambil menenteng senjata tajam jenis parang.

Pelaku bahkan melarang korban untuk berkomunikasi dengan siapa pun, telepon seluler milik NM pun disita.

"Mandi saja saya selalu diawasi sehingga saya tidak berani kabur. Dia selalu ada. Tiga kali saya dipaksa untuk melayaninya," ujar NM.

Beruntung, NM berhasil lolos dari sekapan. Ia lolos ketika ada warga yang berteriak memanggil nama pelaku di depan rumah penyekapan. Teriakan itu ternyata suara warga yang mencari pelaku yang sudah dicurigai telah menculik NM. NM lantas mengenali suara salah satu warga adalah kakak kandungnya.

"Saya ketakutan dan bersembunyi di dalam lemari. Sempat saya tarik pintu lemari dari dalam karena saya mengira itu adalah pelaku, ternyata ada suara kakak saya sehingga saya buka dan langsung memeluknya," jelas NM.

Saat warga melakukan penggerebekan, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang. Seusai bebas dari penyekapan, NM kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Dompu.




(hsa/hsa)











Hide Ads