detikBali

Kemenhut Kembangkan Wisata Alternatif Komodo di Daratan Flores

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kemenhut Kembangkan Wisata Alternatif Komodo di Daratan Flores


Ambrosius Ardin - detikBali

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat diskusi dengan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Jumat (24/4/2026).
Foto: Wamenhut Rohmat Marzuki (kanan) dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat diskusi dengan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Jumat (24/4/2026).Ambrosius Ardin/detikBali
Manggarai Barat -

Habitat komodo di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebar juga di sejumlah wilayah di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berencana mengembangkan konservasi eksitu (metode pelestarian makhluk hidup di luar habitat asli) komodo di luar TN Komodo sebagai alternatif wisata melihat komodo di Flores.

Sejumlah lokasi yang akan dikembangkan untuk konservasi eksitu komodo itu yakni Taman Wisata Alam 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada, dan dua tempat lainnya di Manggarai Barat, Pulau Longos dan Golo Mori.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama adalah ada Taman Wisata Alam Riung 17 pulau di Ontoloi, yang di situ ada populasi 100 ekor komodo," kata Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki saat diskusi dengan Komisi IV DPR RI dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Jumat (24/4/2026).

"Tetapi memang kita perlu mengkaji terkait dengan pakan alaminya. Nah, ke depan harapan kami itu bisa menjadi pengembangan wisata alternatif," imbuh dia.

ADVERTISEMENT

Rohmat juga akan berkunjung ke Golo Mori, Kecamatan Komodo. Di kawasan yang dikelola ITDC itu, jelas dia, terdapat komodo yang bisa juga dikembangkan untuk konservasi ex situ komodo. Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari Labuan Bajo.

"Besok saya berencana untuk ke Golo Mori, ketemu dengan BUMN ITDC yang sudah membangun tempat pertemuan di sana dan resto. Di bawahnya itu ada potensi komodo. Harapannya nanti di Golo Mori juga kita bisa kembangkan konservasi ex situ untuk wisata komodo alternatif," jelas Rohmat.

Demikian juga komodo di Pulau Longos, Kecamatan Boleng. Lokasinya ditempuh sekitar 45 menit dengan kapal cepat (speedboat) dari Labuan Bajo. "Satu lagi yang kita minta untuk nanti dikaji adalah Pulau Longos ya juga di Manggarai Barat. Di situ ada potensi komodo," kata Rohmat.

Menurut dia, kini saatnya mulai memikirkan wisata alternatif melihat komodo di daratan Flores di luar kawasan TN Komodo. Untuk mewujudkan ini, ujar dia, perlu kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan stakeholder lainnya.

"Jadi sesuai dengan arahan ibu ketua (Komisi IV DPR RI) bahwa kita juga harus berpikir wisata-wisata alternatif berbasis komodo di daratan pulau Flores dan tentunya ini perlu juga kolaborasi dengan pemerintah daerah," jelas Rohmat.




(hsa/hsa)










Hide Ads