Dua jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 3 asal Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilarikan ke rumah sakit saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kamis (23/4/2026) pukul 14.05 Wita. Kedua JCH itu menderita sakit pada ulu hati dan sesak napas.
Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram Ferry Wardhana menjelaskan bahwa jemaah yang menderita sakit ulu hati itu seorang laki-laki paruh baya berinisial AB (56). Korban memerlukan observasi mendalam terkait kondisi kesehatannya di RSUD NTB.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di pos kesehatan asrama, ditemukan indikasi masalah pada organ hati yang memerlukan penanganan spesialis," terang Ferry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry mengatakan dari hasil pemeriksaan, ada gangguan pada organ liver AB. Untuk memastikan istithaah (kemampuan) jemaah, korban telah dirujuk ke RSUD NTB untuk dicek secara berkala. Keputusan rujukan diambil sebagai langkah antisipasi mengingat riwayat kesehatan jamaah cukup sering mengeluhkan nyeri di bagian perut.
"Kami mau memastikan saja separah apa gangguan livernya. Berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan memang sering ke UGD karena nyeri ulu hati," tambahnya.
Selain AB, Ferry berujar, jemaah laki-laki berusia 68 tahun, juga dilarikan ke RSUD NTB karena mengalami sesak napas. Petugas kesehatan telah berupaya memberikan penanganan awal menggunakan nebulizer atau alat bantu uap kepada jamaah tersebut.
"Karena kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga diputuskan untuk merujuknya ke rumah sakit," tegasnya.
Ferry mengungkap kondisi fisik jemaah tersebut terpantau memang sudah menurun sejak tiba di asrama haji. Berdasarkan observasi medis, gejala yang dialami tidak hanya sesak napas, tetapi juga disertai indikasi infeksi ringan pada saluran pernapasan.
"Jadi memang beliau emang sudah kelihatan sesak napas. Sesak napas dan batuk pilek. Jadi kemudian kita coba pakai nebulizer dan ternyata tidak membaik. Kami kasih uap terus oksigen dan nggak membaik sesak napasnya, makanya kami rujuk untuk memastikan kondisinya," bebernya.
Mengenai indikasi medis yang diderita, Ferry menyebutkan diagnosis awal menunjukkan adanya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Proses observasi di RSUD NTB diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua jam, untuk menentukan apakah JCH tersebut laik terbang atau menunda keberangkatannya bersama rombongan kloter 3.
"Status keberangkatan kedua jemaah masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari pihak rumah sakit," tandas Ferry.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB Lalu Muhammad Amin mengatakan 393 jemaah pada kloter pertama seluruhnya telah riba di Madinah. Untuk 393 jemaah kloter kedua masih dalam perjalanan.
"Seluruh jemaah kloter 1 telah sudah tiba. Kloter 2 masih dalam perjalanan. Seluruh jemaah berada di Madinah," katanya.
Amin memastikan seluruh jemaah kloter 1 tiba dengan selamat. Kondisi kesehatan jemaah berdasarkan laporan petugas terpantau dalam kondisi baik.
"Dari hasil koordinasi dengan petugas suhu di Makkah mencapai 36-40 derajat Celsius. Kami minta para jemaah perlu memerhatikan kondisi kesehatan selama di Tanah Suci," tandas Amin.