Sisa utang operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB ke pihak ketiga tercatat masih mencapai Rp 41 miliar. Jumlah tersebut merupakan sisa dari total utang tahun 2025 sebesar Rp 91 miliar, yang berasal dari belanja obat, penyediaan stok darah, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Direktur RSUD NTB, Asrul Sani, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan penyelesaian kewajiban utang kepada sejumlah pihak ketiga. Baik pada jasa pengadaan obat-obatan dan kebutuhan operasional lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insyaallah secepatnya kami tuntaskan, mungkin dalam satu bulan ini atau bulan depan bisa kami lunasi," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Selasa (21/4/2026).
Menurut Asrul, pelunasan akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan anggaran yang dikelola rumah sakit melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pembayaran juga dilakukan dengan memanfaatkan anggaran dari klaim layanan kesehatan baik yang bersumber dari BPJS maupun pasien umum.
"Ada dari anggaran rumah sakit, dari anggaran BLUD, tentunya dari klaim pelayanan baik yang dari BPJS maupun umum," jelasnya.
Meski masih memiliki beban utang, Asrul memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan normal. Ketersediaan obat-obatan dan layanan medis disebut tidak terdampak oleh kondisi tersebut.
"Layanan tidak terganggu," cetus anak dari Eks Bupati Lombok Timur itu.
Dia menyebut, pembayaran utang mendapat kelonggaran dari pihak penyedia atau pihak ketiga dalam tenggat atau batas waktu pembayaran. Pihak ketiga juga telah memberi ruang bagi rumah sakit untuk menyesuaikan proses pelunasan.
"Ada kebijaksanaan dari beberapa penyedia, sehingga bisa disesuaikan. Tapi semakin cepat semakin baik," katanya.
Asrul juga menegaskan bahwa manajemen RSUD NTB berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola anggaran agar tidak kembali menyisakan utang. Dia juga akan mengevaluasi kebutuhan operasional dan memetakan item belanja yang bisa diefisiensi agar dapat menghemat anggaran rumah sakit.
"Ya tentu kami melakukan kontrol yang baik, kemudian betul-betul menghitung kebutuhan yang ada di rumah sakit sehingga bisa direalisasi dengan baik," tandasnya.
(nor/nor)










































