Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melantik Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Nusa Tenggara Barat periode 2025-2030. Di momen itu, Zulhas langsung menegaskan target ambisius, PAN harus menembus empat besar nasional pada Pemilu mendatang.
LAZ menggantikan Muazzim Akbar yang kini menjadi Anggota Komisi IX DPR RI. Dalam struktur baru, posisi sekretaris diisi Bupati Bima Ady Mahyudi, sementara bendahara dipercayakan kepada anggota DPRD NTB Hasbullah Muis Konco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya kerja nyata kader yang kini menjabat di eksekutif maupun legislatif. Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak membuat kader menjauh dari persoalan rakyat.
"Saya minta juga bupati-bupati ini jangan sibuk sendiri, teman-teman DPR jangan hanya nongkrong fokus bantu rakyat. Apa yang berubah setelah saudara jadi bupati atau anggota DPR, itu yang akan diminta pertanggungjawaban," ujarnya.
Dia menegaskan target PAN pada Pemilu 2029 adalah masuk empat besar secara nasional. Seluruh kader diminta bekerja terukur dan menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
"Seluruh kader PAN di eksekutif dan legislatif harus fokus bekerja nyata, bermanfaat, dan terukur. Hasilnya harus dirasakan langsung oleh rakyat," katanya.
Zulhas menegaskan target tersebut bukan sekadar angan-angan politik, melainkan harus ditopang kerja nyata kader di semua daerah. Ia juga mengingatkan kepala daerah dan anggota legislatif dari PAN tidak terlena dengan jabatan.
"Apa yang berubah setelah saudara jadi bupati, jadi anggota DPR, lihat, semua yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawaban," jelasnya.
Fokus Ketahanan Pangan
Zulhas menyebut PAN kini mengarahkan energi politik pada isu mendasar, terutama penguatan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani, nelayan, serta peternak.
"PAN sekarang fokus agar pangan cukup, fokus agar petani kita sejahtera, fokus nelayan nilai tukar naik, fokus ke situ dulu agar 30 persen rakyat miskin petani, nelayan dan peternak ini juga selesai, itu dulu kita urus," tegasnya.
Target empat besar menjadi tantangan tersendiri. Pada Pemilu 2024, PAN meraih 10.984.003 suara atau sekitar 7,24 persen suara nasional dan berada di posisi kedelapan.
Meski demikian, Zulhas optimistis posisi PAN dapat meningkat jika konsolidasi internal berjalan seiring dengan program pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami ingin menuntaskan kebijakan-kebijakan, program-program yang sekarang kita kerjakan, mungkin satu kali tidak cukup, Koperasi Desa, soal ketahanan panahan, hilirisasi, kan banyak sekali yang harus kita kerjakan," tukasnya.
Koalisi dengan Gerindra
Zulhas menegaskan koalisi dengan Partai Gerindra akan terus berlanjut hingga Pemilu 2029. Menurut dia, koalisi tersebut telah teruji selama tiga kali Pemilu.
"Kita ini kalah aja tiga kali, kalah aja 15 tahun, itu bukan kebetulan tapi itu komitmen yang sudah teruji," tegas Zulhas.
Lalu Ahmad Zaini atau LAZ menilai pelantikan ini menjadi titik awal kerja politik untuk mengonsolidasikan dan menyatukan kader di NTB.
"Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi. Ini titik awal kerja-kerja besar yang harus kita lakukan bersama," ujarnya.
LAZ mengaku banyak belajar dari kepemimpinan Zulhas dalam menghadapi dinamika politik nasional. Ia menegaskan kunci membesarkan partai adalah konsistensi dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
"Kampanye terbaik hari ini adalah kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tuturnya.
Ia juga memasang target keterisian kursi di setiap daerah pemilihan. Saat ini PAN belum memiliki fraksi penuh di DPRD NTB karena baru meraih empat kursi.
"Kita optimistis, setiap dapil harus ada kursi terisi. Itu target kita," tandasnya.
(dpw/dpw)










































