Ada sejumlah kabar dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terpopuler selama sepekan terakhir. Salah satunya, penemuan benda asing oleh nelayan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. Benda tersebut mirip dengan torpedo.
Kemudian, penutupan sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB. Puluhan dapur MBG itu ditutup lantaran belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).
Dari NTT, gempa dengan magnitudo (M) 4,7 mengguncang Flores Timur. Dampaknya, ratusan bangunan rusak dan lebih dari seribu warga mengungsi. Gempa tersebut berdampak besar karena pusat gempa dangkal.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Nusa Sepekan di detikBali.
Geger Benda Mirip Torpedo
Benda asing menyerupai torpedo yang ditemukan di Perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki berat mencapai 2 ton. Danlanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, mengatakan berat benda asing itu diketahui berdasarkan angka yang terlihat pada benda tersebut.
"Kalau tertulis itu sekitar 2.000 kg (2 ton). Namun riilnya kita masih belum bisa memastikan," kata Asep, Rabu (8/4/2026).
Benda itu panjangnya sekitar 3,7 meter dengan diameter 65 sentimeter. Asep belum bisa memastikan asal usul benda itu, meskipun terdapat ada bahasa Mandarin di bagaian badan benda tersebut.
Yang jelas, menurutnya, benda itu ditemukan sekitar 10 mil di sebelah utara Gili Trawangan, pada Senin (6/4/2026). "Kondisi saat ditemukan mengapung. Ditemukan seorang nelayan bernama Arianto," sebutnya.
Fungsi alat itu belum diketahui. Menurutnya, benda tersebut tidak memiliki kamera jika dilihat secara kasat mata. "Secara kasat mata, dari luar tidak ada (kamera). Kita tidak membedah lebih dalam," ungkapnya.
Benda itu saat ini masih diamankan di Markas Komando (Mako) Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Mataram. Hasil pemeriksaan, benda itu bukan bom atau bahan peledak.
"Hasil pemeriksaan awal oleh Tim Gegana Polda NTB, memastikan objek atau benda asing ini tidak memiliki atau tidak mengandung bahan peledak atau radioaktif," katanya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, menyebut benda menyerupai torpedo itu merupakan alat pengukur arus air laut.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak maupun radioaktif. Itu merupakan alat pengukur arus air laut di kedalaman tertentu," kata Kholid, Selasa (7/4/2026).
Dikatakan, alat tersebut umumnya digunakan untuk kepentingan penelitian atau pemantauan kondisi laut. "Biasanya dipasang pada pelampung atau di dasar laut," sebutnya.
Simak Video "Mengupas Jagung dengan Mudah Bersama Warga di Desa Monggo, Bima "
(hsa/hsa)