Gempa terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak kemarin malam hingga pagi ini. Tercatat seratusan rumah rusak akibat gempa tersebut.
Dilansir detikBali, tercatat 60 kali gempa di sekitar Flores Timur kemarin malam hingga pagi ini. Camat Adonara Timur mencatat ada seratusan rumah yang rusak di wilayahnya.
"Ini terdampak yang agak parah di Desa Terong dan Desa Lamahala, total kedua desa sudah seratusan, datanya masih bergerak," kata Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, kepada detikBali, Kamis pagi (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, 20 warga juga mengalami luka-luka akibat gempa. 15 korban berasal dari Desa Terong dan 5 lainnya dari Desa Lamahala.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengungkapkan gempa bumi utama berkekuatan 4,7 Magnitudo terjadi pada Rabu (8/4) pukul 23.17 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.36° Lintang Selatan (LS) dan 123.15° Bujur Timur (BT), tepatnya berlokasi di darat berjarak 21 km Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 5 kilometer (km).
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Flotim III-IV, Lembata, dengan skala intensitas III MMI," ujar Arief.
Tercatat juga gempa susulan berkekuatan 3,8 magnitudo pagi tadi pukul 04.54 WIB. Gempa susulan berlokasi di darat pada jarak 24 km Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 3 KM.
"Jumlah gempa susulan hingga pukul 10.15 Wita, 60 kejadian," jelasnya.
