Gempa M 4,7 Guncang Flores Timur: 35 Rumah Rusak, 2 Warga Luka

Yurgo Purab - detikBali
Kamis, 09 Apr 2026 07:47 WIB
Foto: Sebanyak 35 rumah di Kabupaten Flores Timur, NTT, rusak parah akibat gempa bumi, Rabu malam (8/4/2026). (Foto warga Abid Rajendra)
Flores Timur -

Gempa bumi melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/4/2026) pukul 23.17 WIB. Akibat kejadian tersebut, 35 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dan dua warga luka-luka.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 4,7.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.36° LS dan 123.15° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 21 km Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 5 km," kata Arief dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Arief menyebut berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Lembata dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk berlalu)," imbuhnya.

Sementara, warga Desa Terong Kecamatan Adonara Timur, Faqri Ahmad, mengungkapkan gempa terjadi saat kedua orang tuanya telah tertidur.

"Saya sama istri dan anak bayi 8 hari, belum tidur. Gempa kedua, dapur rumah roboh semua. Dan di depan rumah saat gempa kedua goyangan besar. Jadi kami lari keluar rumah," ujar Faqri saat dikonfirmasi detikBali, Kamis malam.

Ia menambahkan belum dapat memastikan jumlah rumah yang rusak di Desa Terong. Namun, berdasarkan pengamatannya, terdapat dua rumah yang mengalami kerusakan, yakni rumah miliknya dan milik tetangganya.

"Ini ada dua. Satu di depannya semuanya habis. Dan saya punya dapur roboh dan bagian depan," tandanya.

Ibu-ibu dan Anak Kecil Kena Bangunan Roboh

Rumah rusak di Kabupaten Flores Timur, NTT, akibat gempa bumi Rabu malam (8/4/2026). (Foto warga Abid Rajendra)

Warga Desa Terong lain, Abid Rajendra, menyebut 35 rumah warga rusak berat. Bahkan sebagian tembok bangunan roboh.

"35 rumah rusak parah. Musala juga ada retak, sekolah belum terpantau. Rumah rusak parah tembok roboh semua. Ibu dan anak kecil juga terkena bangunan roboh saat tidur malam. Namun luka ringan," kata Abid Rajendra kepada detikBali, Kamis.

Abid mengatakan saat ini warga tinggal di luar rumah sejak semalam suntuk dan mereka mendirikan tenda pengungsian. "Warga tinggal di luar rumah," imbuhnya.

Masih Ada Gempa Susulan

Tembok rumah rusak di Kabupaten Flores Timur, NTT, akibat gempa bumi Rabu malam (8/4/2026). (Foto warga Abid Rajendra)

Informasi yang diterima detikBali, angka kerusakan dipastikan terus bertambah karena ada beberapa bangunan belum dilaporkan. Kerusakan meluas ke Desa Lamahala dan Waiwerang Kota. Tiga wilayah ini dilaporkan sejak semalam mengalami gempa susulan kurang lebih 10 kali. Warga yang berada di kota Waiwerang terpaksa tidur di luar rumah.

"Kami tidak bisa tidur. Kami tidur di halaman depan kos," pungkas Abid.



Simak Video "Video: BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 7,2 Terdeteksi di Kaltara"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork