detikBali

Gunung Ile Lewotolok Naik Status Jadi Level III Siaga!

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Ile Lewotolok Naik Status Jadi Level III Siaga!


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata meletus 466 kali, pada Sabtu malam (17/1/2026) disertai gemuruh atau dentuman.
Foto: Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata meletus 466 kali, pada Sabtu malam (17/1/2026) disertai gemuruh atau dentuman. (Dok. PVMBG)
Flores Timur -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), naik level dari II (Waspada) ke Level III (Siaga), mulai Minggu (18/1/2026), pukul 11.00 Wita. Kenaikan level ini juga dipicu oleh letusan sebanyak 2.713 kali sejak tanggal 1-15 Januari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menunjukkan peningkatan aktivitas dari hari ke hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari, Pada tanggal 13 Januari 2025 terekam 341 kejadian gempa erupsi dan di tanggal yang sama mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah Gunung Ile Lewotolok, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah," kata Lana Saria dalam keterangan tertulis, Minggu.

Badan Geologi mencatat pada 1-15 Januari 2026, tercatat 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali gempa embusan, 5 kali gempa guguran, 834 kali tremor non harmonik, dan 7 kali gempa hibrid. Kemudian, 13 kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam, 8 kali gempa tektonik lokal, dan 8 kali gempa tektonik jauh.

ADVERTISEMENT

"Tanggal 16-18 Januari 2026 hingga pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dalam," imbuhnya.

Secara visual, lanjut Lana, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20-200 meter dari puncak. Sementara tinggi kolom erupsi berkisar 200-500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu hingga hitam.

"Lontaran material erupsi menjangkau jarak 300 meter dari pusat erupsi, keluar kawah ke arah tenggara. Erupsi disertai suara gemuruh lemah hingga sedang. Juga terjadi guguran, namun tidak teramati secara visual jarak dan arahnya. Aliran lava sektor barat dengan jarak 100 meter dari bibir kawah," terangnya.

Lana menerangkan berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, aktivitas Gunung Ile Lewotolok menunjukkan peningkatan tajam, maka tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga.

"Naik dari level II Waspada ke level III Siaga," ujarnya.

Lana mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," paparnya.

Ia juga mengimbau warga menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

"Guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik," tandasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads